Pagi ini Athea sudah mandi dan tinggal siap untuk berangkat. Akhirnya setelah berpikir semalaman, ia memutuskan untuk mengantar Gael membeli beberapa keperluannya sebelum pergi kembali ke amerika. Gael terus memaksa ingin menjemputnya tapi Athea melarangnya dan ia lebih memilih pergi diantar oleh Arthur ataupun Arteus.
"Terus kamu nanti gimana?" tanya Arthur
"Iya nanti aku minta Gael anterin ke caffe aja, jadi gausah khawatir."
"Oke kalau gitu, berarti kita harus udah ada disana ya?"
"Iya dong"
"Yaudah ayok berangkat"
Arthur mengantarkan Athea hingga ke depan market yang di tunjukan oleh Gael tadi malam. Kata ya disini Gael akan membeli banyak keperluan dirinya, setelah di turunkan Arthur pergi ke caffe untuk kerja sedsngkan dirinya menemani Gael terlebih dahulu. Tidak lama Gael datang menggunakan mobil camry yang keluaran terbaru. Menghampiri Athea dengan senyuman manis tapi Athea hanya diam.
"Yuk masuk sambil bawa troli" ujar Gael
Athea hanya terus membututi Gael dari belakang, karena ia sendiri bingung harus melakukan apa. Tapi akhirnya Athea di beri pekerja yaitu membaca semua list yang akan Gael beli.
"Yaampun celana dalam hingga mie kamu beli disini?" ujar Athea terkejut melihat list yang di tulis di ponsel milik Gael tersebut
"Disana mahal, mending beli disini"
"Emang kuliahnya masih lama??" tanya Athea
"Sebenernya aku tinggal nunggu kelulusan aja, tapi ya disana suka kelaparan malas untuk keluar"
"Ohh jadi tinggal nunggu kelulusan??"
"Ya begitulah"
Mereka berkeliling lagi mencari barang barang yang di butuhkan. Sesekali Athea menengok ponselnya untuk melihat barang barang apalah yang diperlukan. Saat berkeliling Gael mengambil sebuah coklat untuk diberikan kepada Athea.
"Nih buat Adys" ujar Gael
"Gasuka coklat"
"Ohh pasti suka inikan?" Gael mengambil susu
"Gak, banyak gulanya"
"Pasti jus inikan??"
"Engga"
"Terus sukanya apa??" tanya Gael kesal
"Es krim!"
Gael pergi meninggalkan Athea bersama trolinya. Gael berlari mengambil es krim untuk Athea. Setelah sampai di lemari es, ia kebingungan harus mengambil yang mana. Karena bingung Gael mengambil 10 es cream yang berbeda karena ia juga tidak tahu Athea menyukai es cream seperti apa.
"Banyak amat?" ujar Athea sedikit terkejut
"Karena aku tidak tau kau ini suka rasa apa"
Karena semuanya telah berhasil di didapatkan, mereka segera mengantri di kasir. Mungkin memang hanya sebentar tapi menurut Gael ini sangat menyenangkan baginya. Kapan lagi ia bisa dibantu berbelanja oleh Athea. Gael dibantu Athea mengeluarkan semua barang barangnya dari troli agar cepat selesai. Setelah selesia membayar, Gael terlihat kebingungan harus mengantarkan Athea kemana.
"Dys aku anterin pulang ya?"
"Hah? Gausah"
"Loh kenapa? Kan sekalian biar tau juga rumah kamu"
Athea sedikit panik
"Ohh engga, hari inu aku harus kerja. Jadi anterina aku ke caffe aja"
"Ohh gitu, yaudah ayok"
Gael membawa belanjaannya menuju mobil. Setelah semuaya selesai Gael segera menjalankan mobilnya ke tempat kerja Athea di Caffe. Gael merasa tidak enak juga karena Athea harus masuk siang karena harus menemaninya berbelanja. Di perjalanan Athea tampak sibuk memakan dan menikmati es cream yang diberikan oleh Gael.
"Mau dianterin ke dalam ga?" tanya Gael di dalam mobil
"Gausah disini aja"
"Ohh makasih buat hari ini, semoga kita bisa bertemu lagi" ucap Gael
"Iya semoga"
Athea memberikan lambaian tangan kepada Gael tentu saja ini hal yang tidak biasa. Tidak di sangka waita seperti Athea bisa sedikit demi sedikit luluh oleh Gael. Tentu saja melihat ini Gael juga melambaikan tangannya lalu menjalankan mobilnya kembali ke rumah.
Sementara itu Athea masuk ke dalam caffe sembari membawa kantong berisi es cream. Athea juga tidak mungkin menghabiskan ini, jadi setelah masuk ia memberikannya kepada semua karyawan disana. Termasuk Arthur dan Arteus, karena itu terbuat dari Ice mereka langsung memakannya saat sedang istirahat sejenak.
"Jadi ini pemberian Gael?" tanya Arteus
"Iya"
"Banyak amat anjir ini, dia gak tau apa kalau kita bisa naik berat badan kalau makan banyak es cream" ujar Arthur
"Iya makanya aku bagiin"
"Emang ya adekku ini yang paling pengertian" ucap Arthur ditujukan untuk Athea
''Ohh dia besok balik ke amerika, katanya disana dia sambil nunggu kelulusan"
"Hmm udah mau lulus aja"
"Iya udah biarin, ayok kita kerja aja sekarang"
"Idee bagus!!" Athea tampaknya senang melakukan pekerjaannya
"Tidak!! Baru aja istirahat" tukas Arteus
Setiap orang pasti beda beda, ada yang menyukai pekerjaannya ad ajuga yang tidak. Tapi semua itu adalah sebuah keharusan yang kita jalani layaknya Athea dan Arteus. Sedangkan Arthur ia biasa biasa saja dengan pekerjaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
WE PLAY
RomanceSetelah perjuangan Anna dan Adham untuk bersama. Akhirnya mereka dikaruniai anak anak yang cantik dan tampan. Tapi ternyata kehidupan Adham bersama keluarganya tidak berjalan mulus. Kenapa Adham tidak bisa tenang walau sudah mempunyai keluarga? A...
