Kejadian tadi siang sangat membuat Arthur terpukul. Bagaimana bisa percaya dengan wanita yang seperti itu. Mengenal Anya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Tapi Arthur tetap mennyipan cincinnya karena ia tahu cincin itu ia dapatkan hasil kerja keras. Malam inu Arthur berniat pergi ke club untuk minum beer ataupun wine. Saat ini ia ingin sekali menemui Filmore, tanpa biacar pada siapapun Arthur pergi menggunakan motor miliknya.
Motor itu bergerak sangat cepat melewati kegelapan malam. Sesampainya di sana Arthur disambut meriah oleh orang sana. Karena ini pertama kalinya lagi Arthur datang kesini, ia segera ke bar untuk menemui Filmore.
"Anakku Mateen!!" sapa Filmore
"Filmore, berikan aku beer dan wine masing masing tiga gelas" ucapan Arthur membuat Filmore terkejut
"Ada apa kau ini, sangat tidak seperti biasanya"
"Cepat berikan" ujar Arthur
Filmore segera memberikannya, ia tahu bahwa sedang terjadi sesuatu pada Arthur. Setelah datang minumannya, Arthur segera meminumnya dengan sekali nafas. Tentu saja ini sangat mmebuat Filmore aneh, dan kebingungan. Dengan pengaruh alkohol Arthur mulai tidak karuan tingkahnya.
Tiba tiba saja ia menaiki ring tinju lalu berpura pura meninju sesuatu yang bahkan itu tidak ada apapun. Melihat Arthur menaiki ring tinju semua orang langsung menhampiri ring mdlihat krganasan Arthur. Tidak lama ada seorang penantang yang berani melawan Arthur. Dengan cepat wssit ikut naik memakaikan sarung tinju untuk Arthur dan permainan tibs tiba dimulai.
Pengaruh Alkohol membuat Arthur tertinju untuk pertama kali. Beberapa menit kemudian penantang meninju Arthur di bagian perut tentu saja para penonton bersorak melihat buruknya permainan Arthur. Arthur tetap diam saat pukulan terus terusan menghampiri wajahnya.
Saat salah satu mengenai kepalanya, Arthur terjatuh kebawah. Wasit segera menghitung hingga angka sepuluh. Hitungan pertama Arthur masih belum sadar masih tidak bisa mengontrol dirinya. Hitungan ke lima Arthur memejamkan matanya untuk berpikir sesaat. Hitungan ke sembilan Arthur membuka matanya dan langsung berdiri.
Wasit membuka pertandingan lagi untuk rounde ke 2, tapi ini adalah hal fatal. Karena Arthur yang pertama kali melayangkan pukulan dan membuat si penantang terjatuh. Pukulan Arthur sangat keras hingga membuat lawan KO seketika. Tapi ini sebanding karena ia telah membuat hidung Arthur mengeluarkan darah. Saat lawan sudah KO dan Arthur dinyatakan menang semua orang bersorak kegirangan. Tapi Arthur tiba tiba saja terjatuh dan tidak sadarkan diri. Filmore tang mengetahuinya langsung berlari menghampiri Arthur dan mencoba membangunkan Arthur. Tapi Arthur tidak kunjung bangun dengan segala cara yang di lakukan Filmore.
Saat tengah malam, Arthur terbangun dari pingsannya. Ia sadar bahwa dirinya masih berada di ring tinju. Tapi ia tidak mengingat kejadian yang telah terjadi. Ia juga terkejut saat bangun disana ada Filmore yang sepertinya menunggu dirinya.
"Bagaimana kau sudah sadar?" tanya Filmore
"Ya sepertinya" jawab Arthur sembari memegang kepalanya
"Syukurlah"
"Jam berapa sekarang?" tanya Arthur
"Jam 1 malam"
"Ohh.. Kepalaku sangat sakit"
"Sebaiknya kau pergi ke dokter terdekat"
"Ahh itu ide bagus" jawab Arthur
"Aku tidak tau kau kenapa tapi kita bisa membicarakannya nanti, sekarang kau harus ke dokter"
"Baiklah aku akan segera ke dokter"
Arthur meminta bantuan kepada Filmore untuk membantunya melepaskan sarung tinju dan juga membawakan baju baju miliknya. Arthur benar benar tidak mengingat apapun, dan ia akan pergi ke dokter terdekat. Ia harus mengobati beberapa luka di wajahnya, dan untuk sementara ia tidak langsung pulang ke rumah melainkan ke hotel. Sangat bahaya jika ia tiba pulang ke rumah dengan wajahnya yang seperti ini. Bisa bisa ia mendapat amukan dari ibu dan ayah, dan ia juga akan kena marah dua kali karena ia tidak bilang saat keluar dari dalam rumah.
Sesampainya di dokter, Arthue segera di obati dengan benar oleh dokter. Tidak lupa juga Arthur tetao diberikan obat agar mempercepat kesembuhan.
Hari ini sangat melelahkan baginya, ia tidak membuka ponsel miliknya sedari tadi siang. Hingga sampai di kamar hotelpun ia tidak berniat membuka ponsel. Ia mencoba menidurkan dirinya dengan cara apapun.
Ia tetap sedih namun ia berusaha bersikap biarkan saja agar kejadian ini tidak terus menghantui Arthur. Sudah hampir pukul 3 pagi tapi Arthur belum juga tertidur, hari ini ia benar benar kacau dan benar benar tidak seperti biasanya. Arthur sendiri menyadarinya dan berusaha bersikap seperti dulu lagi tapi mungkin tidak secepat kilat. Harus berproses agar pertama tama ia bisa menghilangkan Anya terlebih dahulu dalam pikirannya. Jam lima Arthur baru bisa tidur, bahkan ia tertidur sangat nyenyak.
Sianh harinya pukul 11 pagi, Arthur baru bangun dari tidurnya. Ternyata tidurnya sangat nyenyak hingga bangun pukul segini, Arthur segera mandi karena ia harus segera pulang. Karena ia tidak membawa baju tambahan, mau tidak mau ia harus memakai pakaian itu lagi. Tampaknya Arthur sudah lebih baik bahkan hidung nya sudah tidak sakit dan wajahnya sudah mulai normal tidak membengkak. Ia juga tidak mengingat yang dulu dulu, sekarang ia harus segera memikirkan nasib perusahaan.
Selesai mandi ia segera dibaju dan membereskan barnag barang miliknya. Berjalan keluar menuju lift, di dalam lift ia menyempatkan membuka ponsel miliknya. Tadi malam keluarganya banyak sekali yang menelpon dirinya. Ayaah juga sampai menelpon dirinya padahal akhir akhir ini ia sangat sibuk.
Sesampainya di lantai satu ia segera pergi ke parkiran mengambil motor miliknya. Melajukan motornya kembali mrnuju rumah untuk menemui semuanya. Sampai dirumah saat Arthur membuka pintu rumah, Anna yang teriak melihat kehadiran putra pertamanya.
"Arthurrr, dari mana saja kamu nak" tanya Anna sembari menghampiri Arthur
"Aku hanya diam di hotel"
"Bohongkan lu!!" ujar Arteus
"Serius"
"Payah!" uhar Athea sembari menampar Arthur dangat keras
"Woi anjir sakit, datang datang langsung di tampar"
"Bodo."
"Yaudah nak kamu mandi terus makan ya"
"Siap bu"
Arthur segera kembali ke kamarnya, untuk mengganti bajunyam untungnya semuanya tidak menyadari bau dari baju ini. Padahal baju ini bau wine dan beer, tapi untungnya mereka tidak menyadarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
WE PLAY
RomanceSetelah perjuangan Anna dan Adham untuk bersama. Akhirnya mereka dikaruniai anak anak yang cantik dan tampan. Tapi ternyata kehidupan Adham bersama keluarganya tidak berjalan mulus. Kenapa Adham tidak bisa tenang walau sudah mempunyai keluarga? A...
