*
Sesampainya Alvan di rumah,dia langsung pergi ke kamarnya yang di atas dan melangsungkan mandi. Sekitar lima menit mandi,dia berjalan ke ruang santai dan mengambil minum di kulkas.
"Kakak!"teriak Fina-adik Alvan.
"Gausah teriak-teriak lah dek. Ngapain?"tanya Alvan.
"Tadi kak Aji ngajak Fina jalan-jalan."
Jawab Fina bahagia.
"Hah?kapan?"
"Tadi pas kak Alvan gak ada."
Alvan yang merasa ini aneh langsung mengeluarkan hpnya dan menelpon Aji.
Alvan
"ji?"
Aji
"Apaan?"
"Ngapain Lo ngajak adek gue main?."
"You know lah pastinya,gue habis ditolak kesekian kalinya sama Rindi. Gue gabut,makanya gue ajak Fina"
"Gak biasanya"
"Gak percaya sama sahabat sendiri?"
"Gue kan anak tunggal,gak punya adek. Gapapa kali jalan sama adeknya sahabat"
"Yaudah"
Tut..
"Nanti jangan ngreprotin kak Aji ya"pinta Alvan
"Iya kak"jawab Adiknya.
Pukul setengah sepuluh Aji menjemput Fina menggunakan mobilnya. Mereka segera berangkat ke kafe Adsgordn,kafe dekat sekolahnya.
Setelah sampai mereka segera masuk dan memencet bel untuk memesan makanan. Pelayan datang dengan membawa buku makanan dan menyerahkan ke arah Aji.
"Kamu mau makan apa cantik?"tanya Aji.
"Ehmm, klapertart"jawab fina
"Minumannya?"
"Jus Mangga aja "
"Okeyy. Mbak,klapertart nya satu,sama jus mangga nya dua."ucap Aji sambil menyerahkan buku makanan.
"Ditunggu beberapa menit ya mas"ucap pelayan yang hanya diangguki oleh aji.
"Kak,kenapa ya aku gak boleh main hp?"tanya Fina saat Aji mengeluarkan hp dari saku celananya.
"Umur kamu berapa?"
"Umur aku lima tahun"
"Nah,itu kamu kan masih kecil,kalo kamu main hp nanti mata kamu rusak,jadi gak bisa buat belajar,gak belajarlah gak pinter."jelas aji lagi.
"Iyasih kak,"
"Berarti kak Alvan pinter soalnya pas kecil gak pernah main hp ya?"tanya Fina lagi.
"Iya sayangg"
Beberapa menit makanan yang mereka pesan datang,Fina langsung menyeruput jus mangga nya yang manis. Aji yang memperhatikan sedikit merasa bersalah,dan campur aduk. Entah kenapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos dan Waketos (END-REVISI)
Teen FictionPROSES REVISI - END Saling mencintai saja tidak cukup, namun di butuhkan pengorbanan untuk mempertahankan sebuah hubungan. Di balik kisah ini, terdapat pelajaran berharga untuk masa depan. Salam dari Alya dan Alvan. Pasangan penuh cinta.
