Vote dan komen!
*
Suara tabrakan yang kencang membuat Alya menjadi takut sendiri. Banyak orang-orang juga yang kembali ke depan untuk melihat apa yang terjadi. Alya sudah tak perduli,dia juga ikut pergi ke depan dan melihat apa yang terjadi.
Sampai di depan,dan membelah kerumunan,bagai disambar petir di siang bolong,dia melihat sesuatu hal yang tak pernah diduga di otak cerdasnya. Seorang gadis periang yang sekarang berlumuran darah dari kepala,tangan,bahkan sampai kaki.
Alfiana-nya kenapa?
"Fina kenapa Ji!?"teriak Alya di depan Aji.
"Dia keserempet Al.."jawabnya dengan tangisan yang sesungguhnya. Entah merasa bersalah atau senang'.
"Mobil gue mana?"tanya Alya lagi celingukan ke kanan dan ke kiri.
"Nanti aja Al. Kita bawa Fina kerumah sakit"ucap Aji dan mengendong Fina ke dalam taksi,taksi yang diberhentikan oleh pengunjung kafe ini juga.
"Cepat pak!"tepuk Alya di pundak sopir taksi.
Alya yang sedang duduk di depan terus saja menengok ke belakang, seakan dibelakang ada sebuah hal yang menarik baginya. Lagi-lagi Aji hanya bisa menghela nafas,dia melihat ke arah Fina dan kembali lagi melihat Alya. Muka Alya yang sangat tak ada tenaga bahkan sangat kasihan.
Sampai di rumah sakit,Fina langsung dipindahkan ke UGD. Alya juga tak lupa mengabari Alvan tentang keadaan adiknya. Aji yang pamit kepada Alya untuk ganti baju langsung berjalan ke kamar mandi. Tak lupa dia juga menemui si Serba hitam,si serba hitam langsung menyerahkan kunci mobil Alya. Aji mengangguk dan pergi ke ruang UGD tadi.
Sampai disana dia melihat keluarga sahabatnya-Alvan,sudah berkumpul. Papanya Alvan baru saja menandatangani sebuah saat ini. Fina harus operasi sekarang! Harus!
"Yang sabar bro"ucap Aji sambil merangkul pundak Alvan.
"Makasih bro"
"Tente,om,maafkan Aji karena Aji yang ajak Fina keluar. Maafin Aku Tante,om,Alvan.."ucap Aji bersimpuh di kaki mamanya Alvan.
"Gapapa nak,ini hanya kecelakaan. Ayo berdiri!"ucap mama Alvan
"Gapapa Aji. Benar kata mamanya Alvan,ini hanya kecelakaan! Yang penting kita berdoa"
Apa kabar dengan Alya? Alya sekarang sedang duduk di bangku panjang yang berjarak satu meter dengan Alvan. Alvan menghampiri Alya dan memeluknya sebentar.
"Kamu harus tenang. Sekarang kamu pulang!"ucap Alvan sambil merelai pelukannya
"Aku gak mau Van!"
"Plis,nurut sama aku. Nanti kamu kesini lagi boleh"pinta Alvan sangat memohon pada Alya. Alya tak kuasa,dia hanya mengangguk dan langsung berdiri.
"Kamu naik taksi aja,pasti gak kuat kalo nyetir sendiri. Intinya kamu harus naik taksi!"peringat Alvan saat melihat Alya mengeluarkan kunci mobilnya dari slimbag yang dia pakai.
"Tapi.."ucapan Alya terhenti dengan lirikan tajam Alvan. Alya yang merasa takut hanya mengangguk dan segera berjalan keluar dari rumah sakit.
*
Pukul delapan malam baru saja Fina dipindahkan dari ruang operasi ke ruang rawat inap biasa. Keadaan Fina sudah sangat membaik,nafasnya pun teratur,tapi dia belum bisa bangun karena otaknya masih trauma atas peristiwa beberapa jam yang lalu.
Alvan yang selesai sholat Isya dia menyadarkan badannya di bangku panjang dan menghela nafas sebentar. Ada dua sahabatnya yang sama-sama terluka melihat Alvan yang sangat terpuruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos dan Waketos (END-REVISI)
Roman pour AdolescentsPROSES REVISI - END Saling mencintai saja tidak cukup, namun di butuhkan pengorbanan untuk mempertahankan sebuah hubungan. Di balik kisah ini, terdapat pelajaran berharga untuk masa depan. Salam dari Alya dan Alvan. Pasangan penuh cinta.
