Cinta Begini

374 25 23
                                        

"Nona, kita sudah sampai"

Suara berat sopir taksi sedikit mengejutkan gadis itu.

"Ah, ya!" si gadis mencari dengan sedikit terburu-buru dalam tasnya, lalu memberikan uang tunai tanpa repot-repot melihat argo, membuat sang sopir bingung dan langsung menegur penumpangnya, "Nona, ini terlalu banyak"

"Ambil saja sisanya"

Gadis berambut hitam itu setengah berlari memasuki gedung apartemen, dia harus cepat. Tamatlah riwayatnya kalau orang itu datang lebih dulu.



Begitu membuka pintu, akhirnya gadis itu bernafas lega setelah melihat sepasang sepatu yang sangat dikenalnya disana.

"Niel Oppa? Kapan datang?" tanya si gadis pada seseorang yang terlihat sibuk di dapur.

Orang itu bahkan berkali-kali lebih tampan saat mengenakan apron. Jantungnya berdetak tidak karuan saat seseorang disana tersenyum melihatnya.

Setelah sedikit lebih tenang, dia berjalan menuju lemari pendingin, meneguk banyak air putih untuk meredakan lelahnya setelah berlari tadi.

"Kau tidur diluar lagi?" tanya sosok tampan itu, masih penampilkan senyum menawannya.

"Ya, dia membawa teman-temannya lagi semalam. Kau tau, kukira mommy yang datang tadi, aku bisa hidup lagi begitu melihat sepatumu di depan. Kau masak apa, Oppa?"

Gadis itu menghampiri pemuda berbahu lebar yang masih sibuk mengaduk-aduk panci didepannya.

"Sup ayam. Jihoon suka ayam kan?"

"Pasti suka, aromanya enak sekali. Boleh aku cicipi?" tanya si gadis seraya mendekatkan tubuhnya.

Si pemuda mengambil sesendok sup yang masih mendidih, meniupnya perlahan sebelum menyodorkan sendok itu pada gadis yang kini tersenyum lebar disampingnya.

"Hum... Kau memang koki yang hebat, aku pasti iri pada istrimu nanti"

Dengan gemas pemuda itu menarik hidung si gadis, "Berhenti mengatakan itu, Jinnie. Kau hanya perlu datang ke cafe ku jika ingin merasakan masakanku"





"Wah wah wah... Lihat, kalian seperti pasangan pengantin baru saja" sebuah suara menginterupsi kedua orang itu.

Senyum yang tadinya terpasang diwajah si gadis seketika luntur.

Yang lebih tua menggeser posisinya hingga si gadis terhalang tubuh besarnya, "Kau baru bangun? Aku memasak sup ayam kesukaanmu" katanya pada si pendatang baru.

Pemuda manis yang baru saja muncul mendudukan diri di meja makan yang berada tepat didepan pantry, menatap kedua orang didepannya dengan senyum dingin.

"Kesukaanku? Mungkin kesukaannya maksudmu?", dagunya menunjuk satu-satunya gadis disana, "Aku memang suka ayam, tapi aku tidak terlalu suka makanan berkuah kalau kau lupa, Daniel Hyung"

Yang bernama Daniel kini menatap sosok didepannya sama dinginnya.

"Kau tidak suka? Yasudah, kau bisa pesan makanan sendiri kan? Kami berdua bisa menghabiskannya, lagipula porsinya hanya untuk dua orang", Daniel mengangkat panci kecil yang masih mengepulkan asap, memindahkannya ke tengah meja makan, "Tadinya aku berniat langsung pergi begitu kau bangun, kurasa tidak ada salahnya disini beberapa menit lagi"

Park Woojin - One ShootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang