Kau Harus Bahagia

370 28 17
                                        

Pria berbahu lebar itu baru saja akan membuka pintu apartemennya saat benda pipih disakunya bergetar dan menunjukan nomor yang seharusnya tidak menghubunginya secepat ini.

"Halo hyung?"

KANG DANIEL! DIMANA PARK WOOJIN?

"Tenangkan dirimu, hyung. Ada apa?"

Mata pria itu melirik gadis yang berdiri disampingnya, yang terus menundukan wajahnya.

Terdengar suara helaan nafas kasar diseberang sana, sepertinya pria yang lebih tua darinya sedang mencoba meredam emosinya.

Jihoon hampir mati! Sekarang datanglah ke rumah sakit, bawa Jinnie bersamamu!

"Tapi -"

DATANG SEKARANG!
AKU AKAN MENELEPON ORANG TUA KALIAN SETELAH KAU TIBA DISINI!

Bahkan pria bermarga Kang itu tidak sempat menjawab, sepupunya sudah lebih dulu memutuskan sambungannya.

"Kenapa?"

Gadis itu akhirnya buka suara, matanya menatap sayu. Masih terlihat jelas memar diujung bibirnya, yang membuat Daniel mengepalkan tangannya saat mengingat wajah ketakutannya saat dia datang menjemput tadi.

"Jinnie, aku harus pergi. Tidak apa-apa kan kau sementara sendiri disini?"

"Ada apa, Oppa?"

"Jihoon, sepertinya dia-"

Mata gadis itu membola, sebelum selaput bening mulai terbentuk disana.

"Apa yang terjadi?"

Bagaimana bisa gadis itu terlihat begitu khawatir sekarang? Setelah apa yang adiknya lakukan padanya?

"Jangan coba menutupi apapun dariku"

"Aku tidak tau apa persisnya yang terjadi, tapi Minhyun hyung menyuruhku datang ke rumah sakit"

Daniel tidak mungkin menyebutkan kata "hampir mati" seperti yang tadi disebutkan sepupunya.

"Masuklah dulu, aku akan memberimu kabar nanti"

"Tidak. Aku ikut!"

Dan mereka berdua akhirnya kembali ke mobil, dengan suasana hening dan dingin. Gadis disampingnya lagi-lagi menangis, kali ini tidak terdengar suara isakan, tapi Daniel bisa melihat cairan bening terus mengalir menuruni kedua pipinya.

Satu tangan Daniel terulur untuk menggenggam satu tangan Woojin, menggenggamnya erat untuk memberinya kekuatan.

"Semua akan baik-baik saja"
















Langkah kaki gadis itu semakin cepat begitu melihat sosok tinggi berkulit pucat berjalan mondar-mandir didepan pintu sebuah ruangan.

"Minhyun Oppa, apa yang terjadi?"

"Kenapa wajahmu?" yang ditanya justru balik bertanya.

Park Woojin - One ShootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang