Mengapa Kita

191 29 33
                                        

Woojin yang itu? Park Woojin?
Daebak!


Aku benar-benar tidak menyangka!



Dia selalu berlagak sombong
dan ternyata dia hanya anak pungut?



Benar-benar tidak tau malu!
Aku tidak akan punya muka untuk datang ke sekolah jika jadi dia!



Kudengar dia membuat Jihyo sunbae terluka karena ini
dasar gila!



Kasihan Jihoon sunbae..
Aku tidak akan mengakuinya adik jika jadi dia




> Park Woojin left the chat <





Group chat kelas sejak kemarin terus membahas satu orang, seolah tidak ada hal lain yang penting termasuk project biologi yang sepertinya mereka lupakan.

BRAK!

Suara pintu kelas yang tertutup dengan kasar hanya memancing tatapan sinis dari penghuni lainnya, seolah orang yang baru saja berjalan keluar membawa penyakit menular yang menjijikan.










Gadis itu terus berjalan menaiki anak tangga yang seolah tidak ada habisnya, tanpa mempedulikan betisnya yang terasa nyeri, juga peluh yang mulai membasahi poninya. Sebenarnya ada lift yang bisa dia naiki, tapi saat ini dia tidak ingin bertemu dengan siapapun yang mungkin saja menaiki lift yang sama. Langkahnya baru berhenti setelah dia menemukan sepasang pintu berwarna kuning, yang membawanya ketempat lapang yang langsung menghadap langit.

Itu tempat terbaik yang bisa dia temukan saat ini, sampai dilihatnya dua orang yang paling tidak ingin dia temui tengah berdiri didekat pagar pembatas sembari tertawa lepas. Pemuda yang kebetulan menghadap kearahnya langsung berhenti tertawa begitu menyadari kehadirannya, membuat gadis didepannya membalikan tubuh dan melihat kearah yang sama.

"Jinnie?" ucap si gadis cantik bermata besar itu dengan nada kaget yang kentara.

"Apa yang kau lakukan disini?" si pemuda menimpali dengan tatapan dinginnya.














Aku t'lah tau kita memang tak mungkin
tapi mengapa kita selalu bertemu















"Hanya ingin mencari angin, sunbae. Wae? Apa aku mengganggu?"

Pertanyaan gadis itu hanya ditanggapi dengan helaan nafas dari seniornya, sebelum pemuda itu menarik lengan gadis didepannya, "Ayo kita turun, Jihyo"

Saat kedua orang itu melewatinya, si gadis yang bermarga sama dengannya menghentikan langkahnya, "Jinnie, aku benar-benar tidak tau jika mereka akan menyebarkannya"

"Benarkah? Aku yakin kau mengenal teman-temanmu dengan baik. Bagaimana bisa kau tidak tau ini akan terjadi?"

"Sungguh, aku -"

"Jangan menjelaskan apapun-" si gadis yang lebih muda menjeda ucapannya dan membuang nafas kasar, "-itu hanya akan membuatku semakin membencimu"

"Jin - Ah! Niel..!" Jihyo memekik saat tangannya ditarik paksa.

"Tidak ada gunanya bicara dengan orang sepertinya"

"Tapi.. Niel.. jindjnajkncjc.."

Woojin berjalan maju kearah pagar pembatas yang kini berkebalikan dengan arah kedua seniornya pergi. Dia masih bisa mendengar Park Jihyo yang terus menyerukan protesnya, tapi suaranya semakin samar hingga tidak terdengar lagi.






Park Woojin - One ShootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang