Gue akan selalu menjaga lo dalam doa! Walalupun kata-kata lo menyakiti hati, sampai raga menolak untuk bertemu lagi! -Gamaaustin
Happy Reading...
Fara masih terdiam kaku dengan tubuh gemetar, tatapannya terkunci dengan pandangan Elang yang sangat tajam.
"Apa sih susahnya bilang iya, Far?" tanya Elang sambil mendekat ke arah Fara yang memundurkan tubuhnya. Cewek itu sedikit berjingkat saat merasa bahwa pinggangnya menyentuh ujung meja, "Jual mahal lo sekarang?"
"Lang... gue emang mau pulang sendiri kok," cicit Fara sambil menundukkan kepala.
"Lihat gue!" bentak Elang.
Fara dengan spontan langsung mendongakkan kepala hingga pandangan mereka kembali bertemu. Fara bisa melihat kilatan amarah yang begitu besar dalam diri Elang.
"Mau lo apa, hah?" Elang sedikit memajukan badan, menghimpit tubuh mungil Fara, "Lo pake cara kasar dan halus gak ada hasilnya, apa harus gue pakai cara dua-duanya bersamaan?"
Fara mengerjap, "Maksud lo apa, Lang?"
"Gue suka sama lo, tolol!" Elang menendang kaki meja, "lo gak ngerti apa!"
"Lang, please. Gue gak pernah punya perasaan apa pun sama lo!"
"Terus siapa? Gama? Cowok Anjing itu?" tanya Elang.
Elang tertawa sinis saat Fara hanya diam saja tanpa ada jawaban apa pun, "Jadi bener?"
"Lang...."
"Gimana perasaan Gama pas dia tahu kalau lo udah gak perawan lagi?" tanya Elang tepat di samping telinga Fara.
Fara membeku di tempat, sekujur tubuhnya terasa seperti es saat ini. Tidak, Elang sudah gila.
Plak!
Tangan Fara yang digunakan untuk menampar Elang tampak gemetar, dia menatap Elang yang kini perlahan menatap dirinya kembali.
"Punya nyali berapa lo berani nampar gue, hah?" Elang berteriak sambil mencengkeram rambut Fara, "cewe murahan kayak lo seharusnya gak usah sok jual mahal!"
Elang melepaskan cengkeraman rambut Fara dengan kasar, "Lo udah berani main-main sama gue," dengkus Elang kasar, "siap-siap dengan kehidupan lo besok, bitch!"
Elang membalikkan tubuh lalu keluar dari dalam kelasnya dengan bantingan kasar pada pintu kelas. Di detik yang sama, tubuh Fara meluruh dan tangisnya perlahan muncul.
Tuhan, salah apa gue?
***
"Anjing!"
Elang memasuki markas, menendang pintu tak bersalah itu dengan kasar.
"Argh... sialan!" Kali ini meja lain yang tepat di depan Sheira ia tendang.
"Lo apa-apaan sih, Lang!"
"Diem lo!" tunjuk Elang dengan napas terengah. Seluruh tubuhnya merasakan emosi yang nyata saat ini.
"Gak jelas," gerutu Sheira yang kembali memainkan ponselnya.
"Kita ubah rencana!" putus Elang telak.
Kepala Sheira mendongak cepat, dahinya berkerut "Ubah apaan? Gak, gak bisa!"
"Gue gak terima penolakan, Ra!" bentak Elang, "bisa gak bisa, kita harus bikin mereka lebih menderita, bully Gama dan Fara!"
***
"Eh, Fara?"
Gama mencoba untuk mensejajarkan langkahnya dengan gadis itu, alisnya menyatu saat merasakan bahwa ada yang aneh dengan Fara, "Lo gak papa?"
Fara masih terdiam sambil berusaha untuk mempercepat langkahnya, tetapi seberapapun usahanya Gama pasti selalu bisa untuk ada di samping dirinya.
"Far," panggil Gama dengan memegang bahu kiri Fara dan Gama terperangah saat Fara menepis kasar tangannya.
"Gak usah pegang-pegang!" tukas Fara tajam, "gak usah deket-deket gue lagi!"
Gama terdiam, dia hanya bisa mampu melihat punggung kecil Fara yang perlahan menghilang dari belokan koridor.
"Apapun masalahnya, gue bakal di samping lo, Far," gumam Gama pelan.
*****
Balik lagi...
Jangan lupa vote dan komentarnya ya...
Makasih..
Sampai jumpa...
KAMU SEDANG MEMBACA
Pseudo
Novela JuvenilDalam pertemuan ini, tidak ada yang bisa berharap apa pun. Dalam pertemuan ini, tidak ada yang bisa membuat semua menjadi nyata. Karena pertemuan ini, hanya sebuah angan dan semu.
