Happy reading :)
Belajarlah dengan giat.
Suatu pagi di PD High School, anak-anak sudah mulai berdatangan dan siap untuk belajar hari ini. Sekolah mulai terlihat ramai dengan suara kendaraan yang mengantar siswa dan siswi PHS itu. Sekolah ini memang adalah sekolah bergengsi, jadi tidak heran kalau murid-murid di sana diantar oleh kendaraan beroda empat setiap paginya. Tapi ada juga beberapa siswa yang membawa kendaraan pribadi.
Pagi ini, Wonyoung, Nako, Yuna, dan Hitomi berangkat bersama. Mereka memang selalu berangkat bersama diantar oleh Seungwoo. Pagi ini mereka sedang sibuk belajar karena hari ini mereka akan ulangan sejarah.
"Kapan perang dunia pertama berlangsung?" tanya Wonyoung kepada Yuna.
"Waktu ada yang lempar bom ke laut," jawab Yuna asal.
"Yunaa !!" marah Wonyoung karena Yuna jawab asal.
"Iya-iya. Tahun 1914-1918. Tanyain Nako sama Hitomi ajah deh. Gue udah butek dari kemarin ditanyain 5 kali sama QQ oppa," ucap Yuna.
"Kalau perang dunia kedua kapan?" tanya Wonyoung kepada Nako.
"Aduhhh lupa gue," jawab Nako menggaruk kepalanya.
"Gue ajah yang jawab ya. 1939-1945," jawab Hitomi.
"Iyah Hitomi bener tuh," ucap Wonyoung.
"Berapa tadi Hiichan?" tanya Nako lagi.
"1939-1945, Nako," kata Seungwoo yang daritadi gemas melihat mereka.
"Ahh iyah 1393-1945 ya?" ucap Nako.
"Sembilan belas tiga sembilan Nako... Sembilan belas tiga sembilan," ucap Yuna yang sebal juga karena Nako tidak ingat.
"Oke-oke 1939.. sampai 1945 kan?" tanya Nako lagi memastikan.
"Iya-iya. Kok tumben sih lu gak hapal?" tanya Wonyoung karena biasanya Nako jago menghapal pelajaran sejarah.
"Semalam abis ribut sama eonni. Ya gitu deh," jawab Nako sedih.
"Tadi pagi emangnya gak ketemu eonni ?" tanya Hitomi.
"Masih tidur dia. Gak tau pura-pura tidur atau emang belum bangun. Tau lah. Ntar ajah di rumah," ucap Nako.
"Nako, gak baik loh lama-lama berantem sama eonni kamu," ucap Seungwoo.
"Iyah appa. Nanti pulang sekolah Nako samperin eonni," ucap Nako.
"Anak pinter. Nahh udah sampai sekolah nih. Semangat ya ulangannya," ucap Seungwoo tersenyum kepada mereka.
"Makasih ya appa. Hati-hati ya..." ucap Wonyoung.
Mereka keluar dari mobil Seungwoo dan berjalan menuju kelas mereka. Di kelas mereka sudah mulai ramai. Banyak yang mengobrol, ada juga yang sedang belajar. Tak berapa lama bel pun berbunyi tanda pelajaran akan dimulai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Komplek Rich
Teen FictionKerusuhan 7 keluarga di sebuah komplek mewah. Anak-anak komplek yang sudah bertumbuh menjadi remaja dan dewasa, serta mulai menghadapi masalah kehidupannya masing-masing. Juga bapak-bapak dan ibu-ibu yang semakin bucin dengan pasangannya. (Cerita ha...
