Happy reading :)
Jagalah kesehatan kita.
"Eun.... Eun..."
"Hmmm..."
"Kamu gak apa-apa? Badan kamu dingin, tapi baju kamu basah banget."
" Aku kedinginan, Eung, sama pusing sedikit..."
"Aku bawa kamu ke dokter ya."
"Gak usah, dikompres ajah dan minum obat. Besok pagi pasti sembuh."
"Eun..."
"Eungg dingin..."
"Aku ambil air panas dulu buat kompres dulu," kata Seungwoo sambil menyelimuti Eunbi.
Seungwoo segera turun dengan terburu-buru dan menyalakan kompor untuk memasak air panas.
"Appa, kenapa malem-malem ada di dapur? Appa laper?" tanya Wonyoung.
"Kok kamu belum tidur, Wony?"
"Wony lagi kerjain tugas, terus haus mau ambil minum," jelas Wonyoung.
"Tugas kamu udah selesai tapi?" tanya Seungwoo.
"Udah appa. Appa belum jawab pertanyaan Wony, kenapa masak air? Mau masak ramyeon? Appa laper?"
"Bukan, ini buat kompres mommy kamu. Mommy kamu lagi sakit."
"Mommy sakit? Sakit apa?"
"Badannya tadi dingin, tapi keringetan. Katanya juga agak pusing."
"Bawa ke dokter ajah appa."
"Appa juga maunya begitu, tapi mommy kamu gak mau."
"Ihh mommy emang bandel kalau lagi sakit."
"Udah panas airnya, ayo ke atas," ajak Seungwoo.
Seungwoo dan Wonyoung masuk ke kamar dan melihat Eunbi sedang menggigil tapi ia terus berkeringat. Seungwoo segera mengompres kepala Eunbi dengan air panas. Ia juga mengelap tangan Eunbi dengan air panas.
"Mom, ke dokter yuk," ajak Wonyoung.
Eunbi hanya menggelengkan kepalanya. Ia merasa sangat lemas sekarang. Ia mencoba menutup matanya tetapi tidak bisa. Ia kedinginan.
"Mom, makan sedikit dulu yuk, terus minum obat," ucap Wonyoung yang sudah membawakan semangkok bubur instan.
Wonyoung menyuapi Eunbi makan, tapi Eunbi hanya kuat memakan 2 sendok, ia tidak ingin makan lagi. Setelah itu, Wonyoung memberinya obat demam. Eunbi mencoba menutup matanya lagi dan menahan semua rasa sakitnya karena ia tidak mau merepotkan Seungwoo dan Wonyoung malam-malam begini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Komplek Rich
Teen FictionKerusuhan 7 keluarga di sebuah komplek mewah. Anak-anak komplek yang sudah bertumbuh menjadi remaja dan dewasa, serta mulai menghadapi masalah kehidupannya masing-masing. Juga bapak-bapak dan ibu-ibu yang semakin bucin dengan pasangannya. (Cerita ha...
