Bitter (2)

538 76 21
                                        

Happy reading :)




In hard time, pray.










"Siapkan ruang operasi segera !! Pasien sudah kehilangan banyak darah ! Terlambat sedikit kita bisa kehilangan nyawanya !!"

"Tapi dokter, keluarga pasien belum datang. Kita tidak bisa sembarangan mengoperasi pasien tanpa meminta tanda tangan persetujuan," kata salah seorang suster.

"Kamu mau dipecat dari rumah sakit atau bahkan tidak bisa bekerja di rumah sakit lainnya seumur hidup kamu?"

"Tapi dokter, kalau pasien kenapa-napa dalam operasi, kita bisa dituntut."

"Kita akan lebih dituntut kalau pasien meninggal karena kita menunggu keluarganya !"

"Kenapa kalian berdebat?!" marah kepala dokter yang ada di rumah sakit itu.

"Cepat bawa dia ke ruang operasi ! Dia ini keponakan tuan Wooseok ! Selamatkan nyawanya segera atau nyawa kalian yang tidak selamat !"

"Bai..ik..dok.." jawab dokter dan suster itu bersamaan.



Dokter dan suster itu langsung berlari dan membawa Yuri menuju ruang operasi atas perintah dokter Ong Seongwu. Yup, Yuri mengalami luka yang cukup parah. Yuri yang saat itu sedang berjalan menuju ke toilet, langsung tertimpa tiang penyangga lampu itu tepat di tubuhnya. Sedangkan Minkyu dan Jaehwan juga tertimpa, hanya saja luka mereka tidak separah Yuri.



"Dokter.... Pasien bernama Yuri di mana? Yang kecelakaan di studio?" tanya Chaewon dengan panik saat dia sampai di rumah sakit.

"Om Seongwu, Yuri di mana??" tanya Chaewon berlari menghampiri Seongwu yang memang sudah ia kenal.

"Yuri lagi dibawa ke ruang operasi, dia harus..."



Sebelum Seongwu menyelesaikan kalimatnya, Chaewon sudah berlari lagi menuju ke ruang operasi.



"Yuriii !!!" teriak Chaewon saat melihat tubuh seorang wanita yang mau dibawa masuk ke ruang operasi.

"Yuriii !!!" teriak Chaewon lagi.

"Maaf nona, nona tunggu saja di luar ya," ucap suster menghalangi Chaewon untuk masuk.

"Suster, tolong adik saya ya. Saya mohon," pinta Chaewon dengan air mata yang sudah mengalir.

"Iya nona, kami akan lakukan yang terbaik," jawab si suster.



Chaewon terduduk lemas di lantai rumah sakit. Chaewon melihat jelas tadi bagaimana muka Yuri penuh luka dan darah sangat banyak di sekujur tubuh kembarannya itu.



"Yuri, lu harus bertahan," ucap Chaewon.

Komplek RichTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang