A/N: okay.. ini bukan Train to Busan kedua ya......
"Okay.... Keempat, apa keluarga Yanagisawa ada yang bernama..... Ikeda Hakuei??" Akatsuki menatap lekat Kayano.
Handphone yang sedang dimainkan Gakushuu tiba-tiba saja terjatuh, "Apa maksudmu Yuki?"
"Aku hanya bertanya Shuu, kenapa?"
Gakushuu terdiam sesaat, "dia itu mantan pacarku," dia mengambil HP-nya.
Trakk.... hati Akatsuki serasa hancur, "O-oh, aku tidak tahu hal itu, maaf..."
Gakushuu hanya nampak acuh.
"Ya, dia itu sepupunya Yanagisawa-san. Kenapa kau bertanya masalah ini?" Kayano mencoba menarik perhatian Akatsuki.
"I-itu... bukan apa-apa..." Akatsuki masih belum sepenuhnya kembali.
"Hee, kau cemburu ya karna Asano itu pernah berpacaran dengan gadis lain..??" Kayano mulai jahil.
"I-itu tidak benar, Akari...."
"Hahaha, ya ampun aku tidak menduga wanita iblis sepertimu bisa jatuh cinta juga...."
"Aku juga tidak menduga ada lelaki yang bisa menyukai papan tripleks sepertimu," ujar Akatsuki agak acuh.
"A-APA KAU BILANG!!"
"Ups, matilah aku..." gumam Akatsuki.
Kayano tidak berhenti mengoceh karna dikatai seperti papan. Suara dering HP Karma terdengar, Karma mengangkat telpon itu, "Moshi, moshi, Tou-san... doushite?"
"....."
"Yuki memang ada bersamaku."
"....."
"Oh, baiklah. Yuki, ayah mau bicara," Karma memberikan handphone-nya pada Akatsuki.
"Moshi, moshi, Tou-san," Akatsuki berbicara pada ayah mereka.
"....."
Ekspresi Akatsuki berubah menjadi serius, "Hai', Jenderal Akabane. Saya tahu saya tidak mengambil cuti, saya ke Kyoto karna sambil mengerjakan misi. Saya hanya akan mengorek informasi dari Yukimura Akari perihal Yanagisawa. Sekaligus untuk menemui semua alumni kelas 3-E SMP Kunugigaoka atau yang biasa kita sebut Ansatsu Kyoushitsu."
Mereka semua terdiam, memahami perubahan ekspresi dan cara berbicara Akatsuki.
"....."
"Anda jangan cemas Jenderal, keselamatan kelas 3-E akan menjadi tanggung jawab saya, lagipula saya yakin mereka masih memiliki kemampuan bertarung, terutama anak bungsu Anda dan Shiota Nagisa. Misi terakhir saya sebelum pensiun dini akan saya selesaikan sebaik mungkin. Jangan lupa Jenderal, hadiah yang Anda janjikan pada kelas 3-E jika mereka mau ikut berpartisipasi dalam misi ini."
"....."
"Hai', Jenderal. Setelah sampai di Kyoto nanti saya akan menemui Anda di kantor bersama Kolonel Karasuma dan calon istrinya," Akatsuki memberikan HP itu pada Karma.
(Saya sendiri tidak tahu apa pangkat Karasuma, maaf jika salah)
"Apa ada lagi, Tou-san?"
"....."
"Hmm, aku memang mengajak Yuki, apa misinya kali ini juga berbahaya?"
"....."
"Aku hanya tidak ingin kehilangan lagi, Tou-san. Cukup ibu dan guruku saja, karna jika misi Yuki kali ini sama berbahayanya dengan yang lalu, aku akan memintanya membatalkan misinya. Tak peduli Tou-san adalah seorang Jenderal, sudah kukatakan kalau aku tak mau kehilangan lagi. Yuki itu juga masih remaja, biarkan dia hidup layaknya remaja pada umumnya!" Karma memutuskan telpon sepihak.
"Karma... jangan seperti itu, lagipula akulah yang memutuskan untuk bergabung dengan Kementerian Pertahanan....." bujuk Akatsuki.
"Aku memang menolak bergabung dulu, tapi aku tak pernah ingin kau yang menggantikan posisi itu, terlalu berbahaya Yuki."
"Karma... ini sudah lima tahun dan aku juga akan keluar karna akan memegang perusahaan kakek, ini misi terakhirku. Aku serius kali ini...."
"Janji kau akan keluar kan? Lagipula kau seharusnya keluar saat kita lulus SMP dulu, aku memutuskan menjadi birokrat agar kau yang memegang perusahaan, cukup Tou-san saja yang memiliki perkerjaan yang berbahaya seperti itu Yuki," Karma menatap tajam Akatsuki.
"Jadi kau...." Akatsuki merasa terharu dengan sikap Karma.
"Tak masalah bagiku kalau kau jadi aktris, ini misi terakhirmu kan? Maka janji ini benar-benar misi terakhirmu."
"Iya, iya, janji.... Arigatou Karma~~"
To be Continued
7 April 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Me Gustas Tu (Asano x OC)
Фанфикшн"Me gustas tu" berasal dari bahasa Prancis yang berarti "Aku menyukaimu", Me Gustas Tu juga merupakan judul lagu Gfriend. Asano Gakushū dan Akabane Karma kembali bersaing di SMA Kunugigaoka. Di tahun kedua mereka, kembaran si Setan Merah datang dan...
