Cafe Keluarga Sakamaki (3)

263 38 6
                                        

Mereka semua terkejut mendengar Akatsuki sangat fasih mengingat mereka, bahkan dia ingat kalau sekolahnya dikalahkan Sugino saat kelas 1 SMA.

"Jadi itu benar, kau bermusuhan dengan Hakuei hanya karena seorang lelaki?" Shuu melemparkan botol obat pada Akatsuki dan berhasil ditangkapnya.

"Oh ayolah, aku bukan wanita rendahan. Lagipula persahabatan kami memang sudah retak dari awal," Akatsuki melihat obat yang dipegangnya.

"Kau mendapat surat cinta lagi," Reiji meletakkan kotak penuh surat di tempat kosong yang ada di meja. Dia juga sudah menyediakan tempat sampah di dekat Akatsuki.

"Hmm, sampah, sampah, sampah, sampah, sampah, sampah, sampah.... Aaghh, kenapa selalu saja ada??" Akatsuki meremas surat yang dipegangnya.

"Salahmu.. cantik, pintar, bertalenta, jadi Kapten pula," Ayato hanya melihat surat yang ada di depan mereka.

"Dasar sampah, mereka pikir aku mau apa dengan mereka? Tidak adakah surat yang sedikit menyenangkan?" Akatsuki masih membuka satu persatu surat itu.

'Memangnya kurang menyenangkan ya mendapat surat cinta sekotak?' batin mereka semua yang ada disitu.

"Reiji-san...." Akatsuki menatap Reiji. Reiji tahu apa maksud gadis itu, dia menghilang sebentar lalu semacam dinding besi menutup jendela-jendela dan pintu-pintu.

"Kalian ada laptop sekali pakai?" Akatsuki menatap Sakamaki bersaudara itu.

"Kau harus menggantinya," Reiji muncul dengan membawa laptop.

"Iya, iya, nanti Jenderal Akabane yang ganti," Akatsuki masih membuka surat-surat itu.

"Kau juga sudah bergaji, jangan libatkan Jenderal atas kelakuanmu," Shuu memukul kepalanya pelan.

"Jadi, kau belum menjawab pertanyaan kakakku. Kau dan Hakuei itu bermusuhan karna lelaki itu?" Subaru mengembalikan topiknya.

Karma dan yang lain hanya mendengarkan saja, tidak ingin ikut campur.

"Hakuei ya... Hahhhhh, kami memang berteman, dia satu-satunya orang yang tahu kalau aku saat itu sudah bergabung dengan kemiliteran.

Shuu-san, Reiji-san, kalian berdua juga saat itu sudah bergabung kan... Kalian pasti tahu isu aku menjadi sersan saat usia tiga belas tahun karna pengaruh ayahku. Hakuei itu... orang yang sangat kupercaya, aku mengatakan semua padanya, tapi dia sangat tertutup padaku.

Sampai saat kelas 2, aku ikut dengan ibuku ke laboratorium, ibuku adalah ilmuan pencetus tentakel."

"Tunggu, maksudmu tentakel, seperti... makhluk kuning yang menghancurkan bulan itu?"--Ayato

Bukan hanya Ayato saja yang terkejut, mereka semua juga, Kayano dan Karma menatapnya tak percaya.

"Namanya itu Koro-sensei, buaya!!" Akatsuki melempar sendok bekas kuenya.

"Awalnya itu bukan tentakel, hanya penelitian agar bisa meregenerasikan sel-sel lebih cepat dari manusia pada umumnya, untuk membantu kemiliteran nantinya. Saat itu aku sibuk, aku juga tahu kalau Hakuei berpacaran, tapi aku tidak tahu dengan siapa.

Lalu ilmuan yang bernama Yanagisawa berkhianat, bulan hancur... Ibuku dan Yukimura Aguri meninggal... Sejak itu juga, Hakuei benar-benar memusuhiku.

Aku juga tidak tahu siapa yang menyebarkan isu kalau kami bermusuhan karena memperebutkan satu laki-laki. Oh ayolah, aku bukan orang bodoh, masih banyak laki-laki di dunia ini...

Lagipula juga... aku tidak suka manusia ular..." Akatsuki sudah membuka semua surat, dia mengeluarkan pemantik dan membakar surat-surat yang sudah ada di tempat sampah kaleng itu.

Me Gustas Tu (Asano x OC)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang