Sense Berpakaian

254 33 12
                                        

Anak-anak kelas 3-E sudah berangsur-angsur berbaikan dengan Gakushū, malam harinya Akatsuki pulang ke penginapan setelah dua hari tak ada kabar. Dia langsung ke ruang berkumpul dan melihat Nagisa sedang dikerjai oleh Karma dan Nakamura.

"Tadaima...." Akatsuki duduk di samping Gakushū dan langsung bersandar di bahunya.

"Hmm, okaeri, kemana saja dua hari tak ada kabar?" ini bukan Gakushū yang bicara, tapi adik manis dari Akatsuki.

"Kami dikurung oleh ayahmu, terlebih aku harus menjawab semua rumor yang beredar."

"Ayahku itu ayahmu juga tahu!!" Karma melempar susu kotak yang baru dibelinya tadi tentunya rasa strawberry.

"Karma.. ini.." Akatsuki menyodorkan undangan. "Ini juga untukmu Karasuma-dono. Isogai-kun, kalian juga dapat...." Akatsuki juga menyodorkan undangan pada Karasuma dan Isogai.

"Undangan pernikahan? Bukan kau kan?" Irina melihat undangan itu.

"Yang benar saja Irina-dono, aku masih mau menikmati masa mudaku...." Akatsuki melempar kotak susunya ke tempat sampah yang ada di ujung ruangan.

"Manatahu kau mau nikah muda?" Irina semakin menjahili gadis itu.

"Terserah, aku sedang malas debat, sudah terlalu banyak perdebatan dua hari ini..." Akatsuki malah tiduran dengan paha Gakushū sebagai bantalnya. Gakushuu hanya mengelus kepalanya lembut.

"Kenapa kami juga diundang?" Isogai mewakili teman-temannya.

"Itu karna kalian Ansatsu Kyoushitsu, yang menikah itu anak dari atasan Karasuma-dono yang memegang tanggung jawab atas misi Koro-sensei. Undangan Karma terpisah karna itu undangan untuk keluarga kami, kau juga dapat Shuu.." Akatsuki memberikan undangan pada Gakushū.

"Hmm, untuk keluarga Asano... apa aku harus mengabari ayahku?"

"Aku sudah menghubunginya, katanya kebetulan dia sedang menuju Kyoto. Ne, Irina-dono, daripada Anda katakan aku menikah muda... Anda sendiri kapan menikah? Jangan lama-lama, Karasuma-dono itu banyak yang mau lho~~" Akatsuki masih mempertahankan posisi tidurannya.

"Iya juga Karasuma.... kapan kita menikah?" Irina langsung memeluk lengan Karasuma.

"Daripada itu, Akabane-san... bagaimana taruhanmu dengan Irina?" Karasuma melepaskan pelukan Irina, menjaga sikapnya di depan anak di bawah umur.

Akatsuki membulatkan matanya dan tiba-tiba duduk, beruntung Gakushū memiliki refleks yang baik sehingga kepala mereka tidak terantuk.

"Oh, kupikir tidak jadi..." Akatsuki melangkah ke kamar, berniat kabur.

"Jangan kabur, A-ka-ba-ne A-ka-tsu-ki~~" Irina menarik jubah militer yang Akatsuki kenakan.

Akatsuki terjatuh ke belakang, "Akhh, ittai yo, Irina-dono!!"

"Salahmu... aku tidak menduga anak sulung keluarga Akabane suka menghindari taruhannya~~" Irina menyeringai puas.

"Itu bukan taruhan tahu!!" Akatsuki refleks langsung berdiri karna disebut begitu.

"Hee... kau sendiri yang mengatakan padaku, kalau aku dan Karasuma bertunangan sebelum kau berpacaran, aku berhak memberikan satu perintah padamu, begitu juga sebaliknya~~"

"Aaaghhh, aku hanya memotivasi kalian tahu!!" Akatsuki mengacak rambutnya frustasi.

"Taruhan tetap taruhan!!" Irina tetap bersikeras.

Semua yang ada disana hanya sweatdrop melihat kelakuan kedua honeytrap pemerintah itu.

"Ayolah, kau jangan membuat malu nama baikmu.... Kapten, Wakil Ketua OSIS SMA Kunugigaoka, honeytrap terbaik kedua pemerintah, anak sulung keluarga Akabane, Serigala Merah..."

Me Gustas Tu (Asano x OC)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang