Gakushu saat ini ada di kamar Akatsuki, mencoba membujuk dan menenangkan gadis itu. Akatsuki sering menolak untuk makan dan bahkan dia terakhir kali makan dua hari yang lalu.
"Yuki, ayolah... Makan sedikit saja ya?" Gakushu menyuapkan sesendok bubur untuk Akatsuki.
"Aku tak selera makan," Akatsuki memeluk boneka kelinci pink-nya.
"Hei... Karma akan sedih kalau tahu kau tidak makan lagi..." Gakushu mengusap kepala Akatsuki lembut.
Karena mendengar nama adiknya, Akatsuki membuka mulutnya. Gakushu menyuapinya sampai bubur itu habis. Setelah selesai, Gakushu meletakkan mangkuk bubur itu di atas nakas.
Gakushu meletakkan telapak tangannya di dahi Akatsuki, "Demammu sudah sedikit turun, tapi kau harus minum obat lagi. Ayo buka mulutmu, aaaa..." Gakushu ingin menyuapkan obat demam pada Akatsuki.
Akatsuki membenamkan kepalanya di bonekanya, "tidak mau, pahit!!! Kau saja yang minum..." ujarnya dengan wajah di bonekanya.
Gakushu benar-benar memasukkan obat itu dan seteguk air ke mulutnya, Akatsuki menatapnya tak percaya. "Hei... Kau benar-benar meminumnya?" tanya Akatsuki. Gakushu dengan cepat menarik tengkuk Akatsuki dan menciumnya, lalu dengan cepat memasukkan cairan di mulutnya ke dalam mulut Akatsuki. Mau tak mau Akatsuki menelan cairan itu.
Wajah Akatsuki benar-benar merah, bukan hanya karena suhu tubuhnya yang sedikit tinggi tapi juga karena perlakuan Gakushu. Gakushu menyeka bibirnya dan bibir Akatsuki dengan tisu sampai ke area dagu. "Kalau kau sulit disuruh minum obat, aku akan melakukan hal itu. Itu juga berlaku kalau kau sulit disuruh makan," ancam Gakushu.
Akatsuki membenamkan wajahnya ke bonekanya dan mengangguk pelan. Dia akan mengingat hal itu dengan baik karena tidak akan bagus untuk jantungnya.
Gakushu mengusap pelan surai ruby gadisnya dan mengecupnya singkat. "Tidurlah, besok kau harus sembuh, kami sudah mendapatkan lokasi Hakuei dan kami akan menjalankan rencana kami besok. Tentu saja kau mau ikut kan?" Gakushu menjauhkan tangannya dari rambut Akatsuki dan hendak berdiri, tapi tangannya ditahan oleh Akatsuki.
Gakushu tahu apa maksud gadisnya, dia sedikit membungkukkan tubuhnya dan memeluk Akatsuki. "Baiklah, nanti kutemani kau tidur, tidurlah lebih dulu, ada yang masih kubahas dengan Karma."
Akatsuki mengangguk pelan, Gakushu membereskan alat makan yang dipakai Akatsuki tadi dan keluar dari kamar itu.
"Bagaimana keadaannya?" Karma sudah bersandar di pintu kamarnya yang ada di depan kamar Akatsuki.
"Sudah lebih baik, dia ingin ikut besok. Kita juga tak bisa melarangnya 'kan?" Gakushu menatap Karma dengan tatapan yang sulit diartikan. Entah itu sedih, khawatir, marah atau kecewa.
"Kau tidur di kamarnya malam ini?" Karma sedikit tidak suka dengan hal itu.
"Tenanglah, sudah kukatakan... lima tahun bukanlah waktu yang lama bagiku..." Gakushu menepuk pundak Karma dan pergi ke dapur.
Karma masih menatap arah Gakushu pergi. "Huffftt.. lima tahun ya... Cepat juga mereka akan menikah... Semoga saja tak ada lagi halangan bagi mereka... Mana mau aku punya Abang ipar yang malah lebih buruk darinya?" Karma bermonolog ria lalu masuk ke kamarnya.
Skip~~
Semua anak kelas 3-E sudah berkumpul di Dojo rumah Akabane, mereka semua memakai pakaian yang sama dengan pakaian mereka dulu saat akan menyelamatkan Korosensei, ukurannya tentu saja disesuaikan dengan tubuh mereka sekarang. Gakushu dan Karma muncul lalu melihat mereka semua sudah berkumpul.
"Bagaimana dengan Akabane-san?" tanya Isogai.
"Yuki akan ikut, dia sedang berkemas," jawab Gakushu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me Gustas Tu (Asano x OC)
Fanfiction"Me gustas tu" berasal dari bahasa Prancis yang berarti "Aku menyukaimu", Me Gustas Tu juga merupakan judul lagu Gfriend. Asano Gakushū dan Akabane Karma kembali bersaing di SMA Kunugigaoka. Di tahun kedua mereka, kembaran si Setan Merah datang dan...
