"Me gustas tu" berasal dari bahasa Prancis yang berarti "Aku menyukaimu", Me Gustas Tu juga merupakan judul lagu Gfriend.
Asano Gakushū dan Akabane Karma kembali bersaing di SMA Kunugigaoka. Di tahun kedua mereka, kembaran si Setan Merah datang dan...
Kericuhan malah semakin menjadi-jadi, Akatsuki yang tidak suka kericuhan akhirnya memanggil Laito.
"Laito-san, apa kalian ada seragam butler cadangan?"--Akatsuki
"Hmm, ada, tapi hanya ukuran Kanato dan Subaru."--Laito
"Kurasa ukurannya akan cocok..."--Akatsuki
"Apa yang mau kau lakukan kali ini, Wanita Iblis?"--Laito
"Hanya membuat cafe ini cepat tutup."--Akatsuki
"Hah?!"--Laito
"Tck, kau tahu aku tidak suka kericuhan atau keributan, telingaku ini sensitif tahu!!"--Akatsuki
"Oh."--Laito
"Isogai-kun, tolong ya...." Akatsuki menatap isogai dengan tatapan puppy eyes-nya
"Ba-baiklah.." Isogai hanya bisa pasrah.
Isogai berdiri dan hendak mengikuti Laito, tapi tiba-tiba Laito berhenti, "Kau sendiri?"
"Tentu saja melakukan keahlianku, kau pikir aku hanya punya satu pedang? Pastikan tidak ada jejakku disini," Akatsuki melirik Laito kemudian berjalan ke arah piano yang ada di cafe itu. Laito pun membawa Isogai ke ruang ganti.
"Ya ampun, dasar tukang pamer," Karma sudah menggelengkan kepalanya, merasa malu punya kakak tukang pamer.
"Kau juga tahu!!" batin Nagisa, Kayano, Sugino, dan Kataoka.
Isogai sudah mengenakan pakaian butler dan mulai melayani pelanggan cafe.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lalu terdengar suara piano yang dimainkan oleh Akatsuki.
Perlahan-lahan suara kericuhan itu meredam, para pelanggan merasa tertarik mendengar suara piano itu. Beberapa pelanggan berbisik-bisik menyadari yang memainkan piano itu adalah Chimamire Yuki, aktris sekaligus penyanyi yang sudah lama vakum dari dunia hiburan. Beberapa dari mereka mengeluarkan handphone dan kamera.
"Tolong jangan ada yang merekam atau memotret, itu keinginan Chimamire-san sendiri!!" Laito berteriak dengan sopan.
Terdengar desahan kecawa dari para pelanggan. Akatsuki hanya menyeringai puas.
Satu lagu selesai, Akatsuki memberi jeda sebentar lalu memainkan lagu yang lain.