[Gakushū POV]
"Kau bodoh, kau pikir hanya itu saja kau bisa mengalahkanku?" tanyanya.
"Tentu saja tidak, aku hanya mengulur waktu, dasar bodoh," aku menyeringai padanya.
Yap... Yuki menendang kepalanya dari belakang. Bagaimana dia bisa lolos? Tentu saja karna aku melemparkan jam tanganku tepat ke tangannya saat berlari ke tasnya tadi.
"Sudah kuduga kau berhasil, Yuki..."
"Hoho... tentu saja, aku ini anak pertama keluarga Akabane lho..."
"KEPARAT KAU KAPTEN AKABANE!!!" Takaoka sudah bisa berdiri.
Aku memutar pertengahan nagata, yap berhasil... ternyata itu bukan mimpi.. nagata itu bisa dibelah dua dan aku memberikan satu bagiannya pada Yuki.
"Sudah ingat, hee..." ledek Yuki.
"Ya, tapi hanya sebagian, saat latihan dengan Kurama-ji-san," jawabku.
"Hmm, sudah ingat nama ayahku juga ya...."
"APA YANG KALIAN BICARAKAN HAH!! AKAN KUPASTIKAN ITU PEMBICARAAN TERAKHIR KALIAN!!" Takaoka ternyata menyimpan dua pisau.
"Hei... kalau tidak salah namamu Takaoka kan? Jadi, Takaoka-san, aku harusnya berterima kasih padamu. Kau sudah mengembalikan sedikit ingatanku tentang keluarga Akabane. Jadi... mau kutunjukkan teknik combo? Yah walau sebenarnya ini combo si kembar, tapi... Karma, kugantikan posisimu sekali ini," aku melihat Karma dan dia menyeringai.
"Terserahmu... Gakushū."
Sesuai dugaanku, anak kelas 3-E hanya termangu, oh Shiota-san ternyata sudah dilepaskan Yuki, tapi sepertinya dia masih belum bisa menggerakkan tubuhnya. Wajar saja, obat bius yang diberikan padanya mungkin dengan dosis yang lebih tinggi.
"Kau tahu... kurasa gerakan terakhirnya kita ubah..." Yuki melancarkan serangan pada Takaoka.
"Kenapa?" aku juga menyusul menyerang Takaoka.
"Kau tidak cocok dengan gerakan itu, lenganmu lebih kaku dari Karma..."
"Jadi..."
Kami terus berbicara sambil melawan Takaoka.
"Aku ada teknik yang bisa menahannya," ujarku.
"Aku juga, mau lakukan bersama?"
"Kurasa tidak buruk juga."
Gerakan terakhir seharusnya aku melewati Takaoka dan memutar lenganku yang ada nagata di tanganku dengan cepat, tapi memang benar gerakan itu tak mungkin bisa kuikuti, lenganku tidak selentur lengan Karma.
Brukk.... Takaoka semakin mengganas, dia mencampakkan Yuki.
"YUKI!!"
"SUDAH KUKATAKAN!! AKU AKAN MENGHANCURKAN KALIAN!!"
"BERISIK KAU TAKAOKA!!" aku menyerangnya dengan cepat, dia mundur agak jauh.
"Hee.... kenapa? Bukankah kau ingin menghancurkanku dan ayahku? Kuperingatkan padamu, mereka yang menyakiti orang yang kusayang, tak akan bisa lepas dariku," aku berjalan ke arahnya perlahan, membuat fokusnya sepenuhnya ada padaku.
Bagus... dia sangat fokus.
1.. 2.. 3..
Aku melepaskan nagata dari tanganku dan....
Tak.... aku menepukkan tanganku dengan kuat di depannya dan Yuki melakukan hal yang sama tapi dia menepuk dari samping Takaoka.
Tentu saja dengan fokus yang hanya mengarah pada nagata dan dengan dua tepukan yang kuat cukup membuatnya kehilangan keseimbangan, dia jatuh terduduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me Gustas Tu (Asano x OC)
Fanfiction"Me gustas tu" berasal dari bahasa Prancis yang berarti "Aku menyukaimu", Me Gustas Tu juga merupakan judul lagu Gfriend. Asano Gakushū dan Akabane Karma kembali bersaing di SMA Kunugigaoka. Di tahun kedua mereka, kembaran si Setan Merah datang dan...
