Takaoka is Back

320 37 3
                                        

"Karma... ada yang mau kubicarakan padamu, ikut denganku.." Gakushū menjauhi kerumunan kelas 3-E itu.

Karma mengikutinya, ketika sudah yakin mereka tak akan bisa mendengar mereka, Karma mulai buka suara, "kenapa?"

"Kenapa tadi kau dan Yuki menunduk? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Gakushū tak sabaran.

"Menurutmu? Lagipula Yuki memberiku pesan untuk tidak mengatakan apapun padamu. Jadi, aku tak mau jadi adik durhaka. Jika kau mau tahu, kau tanyakan saja pada Yuki, aku tak mau dibuat babak belur olehnya," Karma membelakangi Gakushū.

"Apapun itu... aku dan Yuki sama sekali tidak menyalahkanmu...." Karma melangkah masuk kembali.

Setelah menyusun barang-barang Yuki, Karma masuk ke kamarnya dan sialnya dia sekamar dengan Gakushū karna tak ada yang mau sekamar dengan mereka berdua, sebenarnya Nagisa mau saja sekamar dengan Karma dan Isogai mau sekamar dengan Gakushū tapi yang lainnya malah mengatakan, "Ini demi mempererat hubungan calon adik dan abang ipar."

"Kau masih penasaran?" Karma menatap Gakushū yang sedikit melamun.

"Ya begitulah, aku jadi teringat saat dia pertama kali memanggilku 'Shuu', seolah sangat familiar jika dia yang mengucapkannya. Memang ibuku memanggilku 'Shuu', tapi seperti ada yang berbeda, seolah ada yang hilang...."

"Hee.... tuan sempurna sepertimu juga memiliki pecahan puzzle ya...." Karma malah tidak menanggapinya serius.

"Aku serius Akabane...."

"Hee... padahal tadi kau memanggilku Karma lho..."

"Aku memanggilmu begitu? Kurasa kau salah dengar...." Gakushū keluar dari kamar.

"Tcih, sejauh apa kau menganggap kami orang asing, Gakushū?" gumam Karma.

Gakushū hanya duduk di dekat taman yang ada di penginapan itu, rasanya semua bebannya hilang begitu saja. Tapi ketenangannya tidak bertahan lama, terdengar suara gaduh dari dalam penginapan, awalnya dipikirnya itu hal yang biasa saja tapi....


[Gakushū POV]

Kenapa gaduh sekali di dalam? Apa mereka sedang bermain ya... ah biarlah lagipula penginapan ini sudah mereka sewa. Suara kaki terdengar mendekatiku, kupikir itu Akabane atau Isogai, tapi..... dia orang asing dan dia meyemprotkan gas padaku.

Agh, sial... aku tak sempat menghindar... Dan semuanya jadi gelap.

Aku membuka mataku dan apa ini? Aku digantung dengan tanganku yang dirantai? Kenapa mereka semua menatapku seperti itu? Tidak, mereka tidak menatapku tapi mereka menatap Shiota-san yang digantung disampingku. Sial... siapa yang berani mengganggu kami? Apa Takaoka yang sempat dibahas Yuki dan Kolonel Karasuma?

"Sialan kau Takaoka!! Lepaskan Nagisa dan Shuu!! Urusanmu itu denganku kan?!" itu Yuki, dan dia digantung di samping Nagisa.

Kemana Kolonel Karasuma? Oh itu... dia dirantai seluruh tubuh ya..? Mustahil baginya untuk lolos, sepertinya dia juga dibius. Akabane? Dimana anak itu? Sial... dia malah ada di antara teman-temannya yang diborgol.

"Tentu saja aku juga punya urusan dengan mereka berdua, bocah biru ini yang membuatku sangat gatal dan bocah yang satunya adalah anak kepala sekolah sombong itu kan?" orang asing itu menyentuh, ah tidak... dia menarik rambut merah Yuki. 

Ayah... kau benar-benar membuatku tertimpa sial.

"Kalau aku memang anaknya, memangnya kenapa? Kau mau balas dendam melalui aku? Pengecut," pancingku.

"Apa kau bilang?!"

Yosh, dia menjauhi Yuki. 

Brukk.... akh.. pukulannya cukup kuat juga, awh pipiku nyeri, mungkin bibirku juga sedikit koyak ujungnya, benar-benar tentara heh.....

Dia mendekatiku dan siap melayangkan tinju di pipiku lagi, tapi...

Brukk.... Aku berhasil menendangnya cukup jauh. Untung aku selalu menyiapkan besi kecil di antara rantai jam tanganku, dan..... berhasil, aku bebas. Tapi tentu saja aku tak langsung turun, ah... kurasa jam tanganku sudah retak.

"Sialan kau.... ASANO!!!" dia berlari ke arahku dengan cepat.

"Yap... umpatan sudah menjadi makananku sehari-hari."

Dengan memanfaatkan posisi menggantung ini, tentu saja aku bisa dengan mudah menendangnya.

Brukk.... apa ini.. dia menahan rasa sakitnya dan menahan kakiku... heh lumayan pintar...

Dia menarik kakiku, berniat membuat tanganku sakit, yah tanganku memang sedikit sakit karna digantung tapi....

Aku melepaskan peganganku pada rantai gantungan dan melompat dengan sedikit menendangnya, tentu saja hal itu membuatnya menjauh dariku lagi.

Mereka semua terkejut, oh ayolah.. ini bukan pertama kalinya kalian melihatku memakai beladiri kan?

Aku langsung berlari ke tas panjang milik Yuki yang isinya adalah senjata, aku yakin Takaoka ini menyitanya, tentu saja aku mengetahui letaknya dari posisi menggantungku tadi. Hei... aku ini tidak bodoh. 

Dengan cepat aku membukanya dan yang pertama kali kulihat adalah nagata (tombak) bermata dua dengan ukiran 赤羽 業 (Akabane) di dekat mata nagatanya, cukup indah untuk dijadikan senjata.

Si Takaoka itu sudah mulai berjalan perlahan, mungkin dia ingin menunjukkan efek kejam atau seram.

"Hei... kau ini tidak cukup kejam dan seram untukku, kau malah membuatku ingin tertawa," tentu saja... ayahku jauh lebih menakutkan darimu.

"Hee... kau ingin menggunakan nagata ya.... Baik jika kau mau menggunakan senjata," dia mengeluarkan pistolnya.

Nagata.... kah... "kau tahu... untuk ukuran seorang tentara... kau ini sangat bodoh..." aku mengayunkan nagata itu.

Dia mengarahkan pistolnya ke arahku, tentu saja aku mengayunkan nagata dengan cepat, untungnya anak-anak kelas 3-E, Shiota dan Yuki jauh dari jangkauan pertarungan kami.

Srekkk... aku berhasil melukai tangannya dan itu membuatnya melepaskan pistolnya, tentu saja dengan cepat aku menjauhkan pistolnya itu dengan nagata ini.

"Kau bodoh, kau pikir hanya itu saja kau bisa mengalahkanku?" tanyanya.

"Tentu saja tidak, aku hanya mengulur waktu, dasar bodoh," aku menyeringai padanya.











To be Continued


08 April 2020

Me Gustas Tu (Asano x OC)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang