↑↑↑ itu Dimas ya ↑↑↑
Awas typo...
......
"Eh, ntar ke rumah gue mau kgak?"
Bel istirahat berbunyi tadi, Nadhira beserta teman temannya Langsung menuju ke arah Kantin dan bersantai ria dengan makanan masing masing.
"Tumben?" Tanya Farel ke arah Dimas sambil menyeruput es jeruknya.
"Nyokap Bokap gue gak ada di rumah. Kakak gue kan ada di apartemen nya, gue di rumah sendirian njir" Jawab Dimas.
"Alay"
"Ya temenin kek" ucap Dimas mengendus kesal
"Tapi traktir kita ke cafe om lo, baru mau" goda Vero sambil menaik turunkan alisnya.
"Njing, yaudah lah yang penting gua ada temen" pasrah Dimas
Vero langsung tersenyum lebar penuh kemenangan.
Sedangkan Nadhira dan yang lainnya, kecuali Dimas. Hanya menggeleng kan kepalanya sambil terkekeh.
"Eh tapi, tungguin gue selesai latihan basket dulu ye" ucap Dimas dengan rasa tak bersalah
"Yehh kampret lu mah" Vero melemparkan tisu bekas ke wajah Dimas.
"Muka gue ternodai bangsat" dengan segera Dimas mengelap mukanya dengan muka jijiknya.
"Sumpah deh, Lo hari ini alay banget. Kenapa gak lo tunjukin aja ke tengah lapangan sana?" Canda Luna
"Kalo ganteng gak usah di pamerin ditempat umum. Mending sama gebetan aja, ya gak?" Dimas menatap Luna dengan tatapan menggoda. Sedangkan yang di tatap langsung mengalihkan tatapannya menuju ke ponsel.
"Ciahhh.. salah tingkah" tawa Vero
"Ciee" Ghea menyenggol bahu Luna
"Apaan sih" Luna mendorong sedikit bahu Ghea.
"Udah udah,ntar jadi kepiting rebus. Kasian" ledek Nadhira.
Luna semakin menundukkan kepalanya sedangkan Dimas salah tingkah dengan pura pura menyeruput esnya.
....
Sepulang sekolah. Sesuai janji, mereka menunggu Dimas yang sedang latihan Basket untuk lomba besok.
"Besok Lo di anter siapa berangkat liat lombanya?" Tanya Ghea ke Nadhira.
"Bareng Lo aja gimana? Kan searah tuh" bukan Nadhira yang menjawab, melainkan Vero yang ada di samping Farel.
"Bener juga sih, yaudah besok gue jemput ya" Nadhira mengangguk sambil memainkan ponselnya.
Ia menghubungi Ardi, agar tidak menjemputnya pulang sekolah ini dan sekalian menyuruhnya agar memberi tahu kepada Riska untuk mengizinkannya.
Sekitar 1 jam an, Dimas berjalan menuju ke teman temannya dengan keringat bercucuran.
"Yuk balik"
"Udah?" Tanya Farel sambil mengalihkan pandangannya menuju Dimas
"Udah" angguk Dimas.
Luna menyodorkan botol mineral ke arah Dimas. Dengan senang hati sang empu menerima nya dan menghabiskan dengan sekali teguk.
"Berangkat yuk, panas nih"
Mereka berjalan menuju ke parkiran mobil. Tadi, Dhea berangkat menggunakan mobil. Sekalian, sekarang Luna dan Nadhira nebeng pakai mobilnya.
"Berasa dejavu" ucap Farel yang sudah menggunakan helmnya.
"Jadi pengawal lagi" kekeh Dimas
"Repot amat jadi cowok" sambung Vero sambil menyalakan mesin motornya.
Mereka segera mengendarai kendaraan nya masing masing menuju ke cafe punya Om nya Dimas.
Entah keberuntungan atau memang Tuhan kasian pada ketiga cowok tampan tersebut. Jalanan di sore hari ini terlihat lenggang tanpa adanya macet.Cuaca hari ini juga tidak seberapa panas.
Hingga 30 menit kemudian, mereka menuruni motor dan mobil masing masing. Lalu masuk menuju ke dalam cafe.
Nadhira sudah was was saat masuk ke dalam cafe. Takut jika akan bertemu kembali dengan Adit dan yang lainnya di cafe tersebut.
Mereka memilih duduk di lantai dua di dekat jendela. Agar bisa melihat pemandangan jalanan yang lenggang dari lantai atas.
"Permisi, mau pesan apa?" Pelayan perempuan bernama tag Kirana mendekati mereka. Nadhira Langsung bernafas lega.
"Ice cappucino nya 6" ucap Dimas cepat sebelum di dahului oleh Vero
"Tambah kentang goreng 2 porsi dan macaroni schotel 6" sambung Dimas.
"Ada tambahan lagi?" Tanya pelayan itu. Dimas menggeleng.
"Terimakasih, silahkan di tunggu kak"
"Baru aja gue mau ngomong, udah di sela" gerutu Vero
"Kelamaan" balas Dimas dengan terkekeh.
Sambil menunggu pesanan, mereka sibuk dengan kegiatannya masing masing.
Seperti biasanya, jalan satu satunya menghilangkan rasa bosan hanya mengeluarkan benda pipih andalan mereka.
.......
Next?!
Jangan lupa Vomment ya!!
See you.
[08.04.20]
KAMU SEDANG MEMBACA
NADHIRA
Jugendliteratur............ Nadhira.. Yang memiliki nama asli Keyzia itu Merupakan Gadis yang cantik,periang,ramah dan baik. Dia adalah gadis yang sangat disukai oleh semua orang terdekat nya Namun,suatu ketika sifat nya yang seperti itu tergantikan dengan sifat...
