Zahra kini sedang duduk di dalam mobil bersama keluarganya. Mereka sedang menuju ke Pesantren Al-Khairaat di daerah gorontalo.
Umi yang sedang menggendong Alfa lantas mendongak sambil tersenyum. Ia juga sempat melirik Sofia yang sedang tidur di samping Zahra.
"Harus betah, yah! Sofia udah gagal masuk pondok, jangan sampai Kakak juga gagal," ucap Umi, membuat Zahra mengangguk.
Adiknya Sofia memang pernah masuk pondok pesantren, akan tetapi ia tak betah sehingga harus pindah. Kini Abinya sangat berharap Zahra bisa masuk Pesantren pilihan Abi nya
Zahra sebenarnya tidak niat sekolah di sini, akan tetapi Abi nya yang memaksanya untuk masuk ke Pesantren di provinsi yang masih asing di telinganya.
Zahra memang bukan tinggal di gorontalo, Dia tinggal di Jawa tengah. Lantas, di antara sekian banyak pesantren di Jawa kenapa Abi nya harus memasukkan dia ke Pesantren ini? Jawabannya adalah karena Abi nya lulusan dari pesantren ini.
Zahra masih sibuk saja dengan akun Ig-nya. Teman-temannya di Jawa mulai bertanya tentang keadaanya. Bahkan, posting an Zahra di banjiri ribuan komentar oleh mereka.
"Abi! Masih jauh, nggak?" Tanya Zahra. Abi nya kemudian tersenyum. Ia melirik putri sulungnya yang sudah memasang wajah lelah. Memang, setelah dari lapangan udara Djalaludin Akbar Ia langsung membawa anaknya ini ke pesantren tujuan.
Abi nya bernama Ustadz Arifin. Abi memang sudah membawa seluruh barang putrinya itu dahulu ke pesantren itu. Kasur, Lemari, Pakaian, serta peralatan lainnya sudah di kirim dahulu, sehingga Zahra hanya perlu membeli beberapa barang saja.
"Za? Udah sampai, Nih," ucap Abi membuat Zahra mendongak ke depan. Ia melihat suasana pesantren lumayan ramai, dengan adanya beberapa orang yang mengantar barang.
Hari ini memang belum jadwal masuk. Besok barulah jadwal masuk mereka, tapi banyak juga yang sudah memasukkan anak mereka jauh sebelum hari penerimaan. Akan tetapi, Zahra tidak mau buru-buru.
Mobil Zahra berhenti tepat di depan dewan guru Madrasah Aliyah, banyak yang menatap ke arah mereka. Zahra enggan untuk keluar dari dalam mobil. Abi kemudian melepas sabuk pengamannya.
"Ayo, Za! Kita daftarin diri kamu dulu, kan kamu belum mendaftar" Zahra menggeleng. Abi kemudian menatap Zahra tajam, Zahra pun segera mengangguk saja. Ia tak mau Abi nya marah-marah.
"Umi gak ikut?" Tanya Zahra. Umi menggeleng, kemudian menunjuk si kecil Alfa yang sedang tertidur. Zahra kemudian mendengus, ia segera melepas sabuk pengamannya dan keluar sambil memakai headphone dan juga membawa Ipad miliknya, karena ponselnya lowbat tadi.
Banyak yang menatap ke arah Zahra. Zahra sangat risih akan hal itu, ia segera melangkah ke arah Abi nya. Abi segera masuk ke dewan guru itu.
Abi sempat bercakap-cakap dengan para pengajar di sana. Setelah selesai mengisi formulirnya, Zahra memberikan pada seorang Ustadz.
"Pak Arifin segera ke sana, nanti akan ada pos santri baru, di situ Bapak bisa menyelesaikan segala administrasi nya. Abi mengangguk sebagai jawaban, kemudian segera mengajak Zahra pergi.
Saat di pos santri, Zahra hanya diam saja. Gayanya khas anak kota, itu membuat banyak yang menatap dirinya tak terkecuali santriwan.
Setelah menyelesaikan administrasi, seseorang segera memberikan sebuah kartu nama kepada Zahra.
"Jangan lupa di pakai besok, yah" ucapnya marah, akan tetapi Zahra tak berekspresi kemudian langsung pergi. Sedangkan Abi nya, ia sedikit malu dengan kelakuan putri sulungnya itu.
"Kalian PPIA Pondok, kan?" Tanya Abi. Mereka mengangguk.
"Iya, Pak" jawab mereka serempak.
"Di sini pimpinan pondok nya udah di ganti?" Tanya Abi. Mereka menggelengkan kepalanya.
"Masih Ustadz Arman kok, Pak" jawab salah satu dari mereka. Abi pun mengangguk nganggukan kepalanya. kemudian segera berjalan mengikuti Zahra yang sudah masuk ke dalam mobil.
Setelah masuk dalam mobil, Abi melirik ke arah Zahra yang sibuk bermain dengan Ipad miliknya.
"Za? Nanti sikap Zaza di baikin lagi, yah. Nanti Abi takut kamu gak dapat teman," pinta Abi. Zahra hanya mengiyakan saja. Mereka sedang berjalan menuju hotel, rencananya mereka akan menginap, kemudian segera mengantar Zahra besok ke pondok lagi.
__________________
BIASAKAN MEMBERIKAN VOTE:)))
DI TUNGGU KOMENTARNYA:)))
JANGAN YG PEDES2 KOMENTAR NYA:V
AJAK YANG LAIN BUAT BACA JUGA AYOOO!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Allah With Azzam ✔
SpiritualKetenangan dalam hidup adalah hal yang selalu Zahra inginkan. Saat akan masuk pesantren artinya dia meninggalkan kegiatan kesehariannya yang introvert dan harus berbaur dengan banyak orang dan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Zahra. Firasatny...
