Part2. Masuk

1.1K 98 0
                                        

Zahra sudah berdiri di depan asrama putri. Suasana begitu ramainya di sini. Karena, banyak para santri baru yang baru datang. Abi sudah duduk di Aula untuk menghadiri penyampaian dari pimpinan pondok.

Umi izin untuk pergi berjalan-jalan dahulu untuk membeli sesuatu untuk Zahra. Ia pergi bersama Alfa dan Sofia.

Zahra duduk di kursi panjang di depan asrama. Ia melirik, banyak santriwati dan santriwan yang lalu lalang. Ia tidak tau apa yang harus ia perbuat sekarang. Ia menyibukkan diri dengan musik serta bermain Ig, ini hari terakhir ia bisa memegang ponsel.

Ia terkejut ketika banyak sekali yang mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Ya! Zahra hari ini ulang tahun. Akan tetapi Abi dan Umi nya entah lupa atau apa, mungkin karena terlalu sibuk memasukkannya ke pondok mereka jadi lupa ulang tahun Zahra.

Zahra mengecek Ig, Fb, WA, Line, Twitter Dan lainnya. Ia cukup senang setidaknya teman-teman nya mengingat ulang tahunnya. Ia bingung ulang tahun kali ini apakah ia harus senang atau sedih.

Zahra membalas pesan seseorang, yaitu Ana teman dekatnya saat di Jawa. Dari banyaknya Pesan, hanya Ana yang ia respon.

From: Anakoo
To: Azaa

Azaaa!!! Hbd yah:))
Kangen Aku sama Kamu:((

Makasih, Ann:))
Iya, Sama. PadahalSebelum pergi
Udah ketemu, eh masih kangen:)

Iyaaa:(( Tapi Aku masih
Gak rela. Kamu mondoknya jauh
Sih, kan kita jadi gak
Bisa ketemu lagi:(

Nanti kalo liburan yah:))
Kamu jangan lupain aku, loh:(

Nggakkk!! Mustahil!!

Eh, Aza!!

Kamu ketemu sama Farid, nggak?

Farid memangnya di mana?

Dia satu sekolah ama kamu, Za!

Bukannya dia ngikut kamu?

Iya kah? Masa sih? Kalau dia ikut
Artinya Rama juga ikut dong, Akhh!!

Iyaa!! Si rama barusan posting
Foto, bareng si Farid. Beberapa
Menit yang lalu.

Oh, ya?!

Iyaa!! Eh off yah:))
Aku mau MOS juga:)) Semangat
Yah, Sahabatku:))
Assalamualaikum

Iya, makasih:))
Walaikumsalam.





Zahra kemudian nampak berfikir sejenak. Kenapa farid bisa di sini, apalagi dengan rahma. Ia tentu akan tidak nyaman.

Farid adalah orang yang menyukai Zahra. Akan tetapi, Zahra tak suka pada dirinya. Farid memang pernah meminta formulir sekolah yang akan Zahra masuki, Zahra pun memberikan info saja soal pesantren ini. Akan Tetapi, Zahra tidak tau jika Farid juga ingin masuk ke sini.

Sedangkan Rama, Ia adalah orang yang suka mengikuti Farid. Zahra tidak terlalu menyukai Rama, entah kenapa bagi Zahra, Rama tidaklah masuk dalam kriteria untuk menjadi temannya.

Pandangan Zahra terarah ke depan. Ia melihat Farid di situ, Ia sedang menatap Zahra dari jauh sambil tersenyum. Di samping Farid, ada Rama yang juga sudah tersenyum. Zahra risih dengan mereka, sehingga memilih pergi saja dari sana.

Zahra pergi ke arah koperasi sekolah. Ia membeli beberapa makanan untuk di makan olehnya. Tiba-tiba, Farid dan Rama datang ke arahnya. Zahra langsung terhenti dari jalannya.

"Za? Kamu udah dateng, yah?" Tanya Farid. Zahra menatap sinis ke arah Farid.

"Aneh," Zahra melenggang pergi. Ia kemudian segera membayar dan beranjak pergi. Farid dan Rama mengikutinya dari belakang.

Zahra merasa sangat risih dengan kedua orang ini. Ia berbalik dan menatap mereka kesal.

"Jangan ikutin, Aku!" Tegas Zahra. Ia melirik mereka berdua sekali lagi.

"Kalian juga gak boleh jalan berdua! Ingat! Ini pondok, Santriwan sama Santriwati itu harus jaga jarak," tambah Zahra lagi. Rama kemudian mendongkol.

"Gak sampe pegangan, kok!" Ketus Rama. Zahra menatap datar Rama.

"Terserah!" Zahra melenggang pergi saja. Ia malas beradu mulut dengan keduanya.

Zahra dan Farid dulunya sahabat dekat, akan tetapi Farid mengatakan bahwa dirinya dan Zahra itu berpacaran, dan Zahra takut kehilangan akan dirinya. Zahra tak terima, ia pun segera menjauh dari Farid.

Karena, sebenarnya Zahra takut jika ada yang suka pada dirinya, karena di sebabkan oleh trauma. Zahra pun menjauh dari Farid. Ia malas jika berurusan lagi dengan Farid. Eh, ternyata malahan Farid satu sekolah dengannya.

________________

VOTE DAN KOMEN YAH:)))))

AJAK YANG LAIN BUAT BACA!!!

Allah With Azzam ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang