Dua hari lagi, hari santri akan di adakan. Pada hari santri tahun ini, para PPIA Pondok mengadakan berbagai macam lomba. Mereka sudah menempelkan macam-macam lomba yang wajib di ikuti oleh para santri.
Seperti saat ini, banyak orang yang sudah berebutan melihat cabang lombanya. Lomba ini akan di laksanakan mulai sore ini, target nya sebelum hari santri tiba semua lomba ini sudah selesai dan kejuaraan nya pun sudah. Sebenarnya ini di adakan agar para santri memeriahkan datangnya hari santri.
___________________________________________
Pengumuman.
Dalam rangka menyambut datangnya hari santri, kami selaku PPIA Pondok tahun 2020-2021 akan mengadakan beberapa cabang lomba. Di antaranya...
-Cerdas cermat sirah nabawiyah (3 Santri/ Kelas)
-Cipta baca Puisi dengan Tema "Santri Harapan Bangsa" (1 Santri/ Kelas)
-Tahfidz Juz 30 (1 Santri/ Kelas)
-Kaligrafi Al-Qur'an (1 Santri/Kelas)
-Cipta materi kultum (1 Santri/kelas)
-Ceramah Bahasa Arab(1 Santri/Kelas)
Juri akan di umumkan pada saat perlombaan, di harapkan partisipasi dari setiap kelas. Syukron:)
Assalamualaikum warohmatullahi Wabarokatuh.
Ketua PPIA Pondok
Fadli Saputra.
__________________________________________
Saat ini di kelas 10 Mia, mereka sedang membahas siapa yang akan di daftarkan. Fidiya dan Zahra baru saja kembali dari Koprasi, mereka langsung di kerumuni oleh teman sekelas mereka.
"Fidiya! Kamu ikut Tahfidz, yah!"
"Iya, kan kamu Hafidzah!"
"Nggak bisa!" Tolak Fidiya. Mereka semua langsung bingung dengan jawaban Fidiya.
"Emang kenapa, Fid?" Tanya Zahra yang masih berada di samping Fidiya. Fidiya memilih untuk duduk dahulu.
"Pokoknya nggak bisa, kalian ngerti aja, deh," Fidiya tetap tidak mau.
"Ya elah, Fid! Kamu aja yang ikut," Fidiya mengehela nafasnya.
"Ustadzah Miftah ngelarang Aku ikut cabang itu, kata nya ntar kalau Aku ikut nanti udah jelas siapa pemenangnya," jawab Fidiya. Bukannya sombong, Fidiya memang merupakan menghafal Al-Qur'an. Sudah sering ia keluar daerah untuk mengikuti berbagai lomba.
Wajar saja jika ustadzah miftah melarang dirinya, karena pasti ustadzah ingin mencari santri lain yang bisa memenangkan lomba Tanfidz ini.
"Beneran di larang, Fid?" Tanya Arsyi lagi. Fidiya kemudian menghela nafasnya sejenak.
"Sebenarnya nggak di larang sih, cuma di saranin aja supaya kasih kesempatan buat yang lain ikutan, mendingan yang lain aja. Si Alsa, Rofidah, Fadilah atau siapa kek, banyak kok,"
"Udah mending kamu aja! Seenggaknya kamu perwakilan dari kita yang bakalan dapat juara satu, hehe" cengir Arsya. Putri juga sudah mengangguk-ngangguk setuju.
Fidiya melihat teman-temannya ini. Bingung kan dia jadinya.
"Ya udah, Aku mau" mereka bersorak mendengarnya.
"Yeayyyy!!"
"Stttttt!! Jaga suara," titah Fidiya membuat mereka menutup mereka masing-masing.
"Kalau kamu puisi, yah Ra!" Zahra sekarang yang menjadi sasaran. Zahra mengernyit.
"Kok Aku? Aku nggak mau, Ah!" Tolak Zahra.
"Kamu kan udah pernah ikut Pospenas, pilihan dari Ustadzah Asia dan Ustadz Arman lagi. Artinya kamu jago!" Zahra menggeleng geleng. Memang, sebulan yang lalu Zahra terpilih mengikuti cabang Cipta Baca puisi Pospenas. Akan tetapi, ia tak berhasil lolos ke tahap Nasional.
"Nggak mau! Aku udah malu waktu nggak lolos itu," tolak Zahra lagi.
"Nggak usah malu! Tadi kamu maksa Aku ikutan juga, sekarang masa kamu di suruh ikutan malah nggak mau?" Cercah Fidiya. Zahra tak tau Mau menjawab apa.
"Iya, tapi aku takut aja! Pasti jurinya Ustadz Arman, dan pasti Kak Azhar bakalan ikut juga," Zahra takut jika Ustad Arman yang menjadi juri, apalagi Kak Azhar pasti juga ikut.
Kak Azhar adalah kakak kelas yang mengikuti pospenas Cipta Baca Puisi sama seperti Zahra. Ia takut nanti akan kalah lagi.
"Ya udah, Kaligrafi aja? Kamu kan ikut kelas Kaligrafi," Zahra lebih melotot lagi. Tentu saja ia tidak mau.
"Nggak! Aku nggak mau ikut itu, Aku belom jago. Coba aku lihat lomba nya apa aja," Zahra menarik kertas berisi cabang lomba Itu. Zahra nampak berfikir.
"Hmmmmm"
"Aku Ikut cabang Cipta materi kultum aja, Yah"
________
Assalamualaikum
Ajak yang lain buat baca, Yah!
Ayo mondok!
KAMU SEDANG MEMBACA
Allah With Azzam ✔
SpiritualKetenangan dalam hidup adalah hal yang selalu Zahra inginkan. Saat akan masuk pesantren artinya dia meninggalkan kegiatan kesehariannya yang introvert dan harus berbaur dengan banyak orang dan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Zahra. Firasatny...
