Sejak saat itu, aku banyak diam. Mengurung diri di kamar, atau sesekali keluar menghadiri undangan seminar jika memungkinkan. Sebenarnya aku tak percaya, namun foto-foto itu sangat jelas. Seakan tak ada rekayasa, terlebih lagi akunnya yang di-tag. Bukankah itu sudah jelas?
Ingin bertanya pada Firman, itu juga tak mungkin, aku melihat wajahnya di foto itu juga. Barang kali Firman mengerjaiku malam itu, sebagai balas dendam karena aku sering menjahilinya. Jadi saat ada kesempatan, ia pun melakukan hal yang sama padaku.
Aku tersenyum masam menyadari kebodohanku.
Kenapa harus menantinya? Bukankah sudah jelas bahwa selama ini memang tak ada kesepakatan di antara kami atau pun kepastian?
Kenapa aku masih saja keras kepala menantinya. Dasar bodoh! Benar kata Bulan dulu, aku harus membuka hatiku pada orang lain. Tak sepatutnya aku mempertahankan dia, yang bahkan menoleh padaku pun enggan.
Dulu aku terlalu angkuh, menolak mentah-mentah sosok yang berani melamarku hanya untuk menunggunya. Terlalu yakin bahwa suatu saat ia akan datang. Padahal kenyataannya malah berbalik.
Seketika aku teringat pada Sam, beberapa hari yang lalu aku menolak lamarannya. Apakah seperti ini yang dirasakan? Sakit namun tak berdarah? Sepertinya aku terkena karmaku sendiri. Seharusnya aku lebih menghargai perasaan orang yang menyayangiku.
Aku menutup wajahku yang telah basah oleh air mata. Sesak sekali, beginikah yang namanya kecewa? Andai kutahu dari awal bahwa patah hati ternyata sesakit ini, mungkin aku akan berpikir dua kali untuk memulainya. Atau aku yang salah, yang terlalu menyalahgunakan perasaan? Menyalahgunakan arti dari cinta?
"Ra!" Suara Mama terdengar di balik pintu.
"Iya, Ma. Sebentar," ucapku cepat-cepat menghapus air mataku. Aku harus buat alasan yang masuk akal atas tangisanku saat ini.
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
Filosofi Penantian || TERBIT
Teen Fiction[AWAS!! CERITA INI MENGANDUNG KENYESEKAN, HARAP BIJAK DALAM MEMBACA!] Apalah arti penantian, bila yang ditunggu tanpa kepastian? Apalah arti penantian, bila yang ditunggu tak jua datang? Namaku Kejora. Gadis yang bodoh, sebab menanti sosok yang ta...
