Hari ini benar-benar panas. Matahari menyengat seakan tak memberi ampun pada penduduk bumi. Semua akibat dari pemanasan global ditambah lagi penebangan pohon yang semakin lama semakin menjadi-jadi.
Aku berjalan buru-buru memasuki gedung B menuju lantai 3, siang ini aku mempunyai kelas dan sebentar lagi jamnya dimulai. Aku menaiki tangga berjalan dengan cepat sembari memperhatikan ruangan agar tidak salah masuk.
"Tugas kamu udah kelar, Ra?" Kalimat pertama yang aku dengar begitu masuk kelas, aku melogo tak mengerti dengan apa yang diucapkan Bunga padaku.
"Tugas kamu udah kelar, Ra?" Ulangnya sekali lagi menghampiriku yang masih tak beranjak dari pintu masuk.
"Emangnya hari ini ada tugas?"
"Lah, emang kamu gak tahu Ra? Pekan lalu Pak Alam nitip tugas karena gak masuk."
"Ada pemberitahuannya?"
"Nih!" Dewi berjalan ke arahku memperlihatkan informasi yang ada di grup.
Aku membacanya dengan seksama, "Ya ampun, Wi. Ini tuh tugas buat pekan depan, bukan hari ini."
"Beneran?"
"Iya, nih tanggalnya. Akhir bulan, kan?" Aku menunjuk tanggal info pengumpulan tugas.
"Syukurlah, kalau gitu. Makasih, Ra," ucap Bunga.
"Iya. Sama-sama," kataku sembari mengambil posisi duduk paling depan.
Tak lama kemudian, kelas mulai ramai dengan teman-teman sejurusanku. Sambil menunggu dosen, aku memanfaatkan waktuku untuk mencari beberapa referensi di internet.
Ting!
Sebuah pesan masuk.
Kak Hafiz:
Assalamualaikum, Dik. Afwan, boleh kakak bertemu denganmu pekan depan? Ada hal yang ingin kakak sampaikan, penting!
Usai membaca pesan itu, aku menghapusnya dari notifikasiku tanpa berniat untuk membalasnya. Ya, aku memang bertukar nomor dengan dia. Bukan untuk berkomunikasi ria, lagi pula Kak Hafiz jarang memegang gawai. Sebab selain sibuk mengulang halafannya agar tidak lupa, dia juga berusaha menghafal seribu hadis. Kalau pun Kak Hafiz megang gawai otomatis ada hal penting yang ia sampaikan.
"Selamat siang, semua!" Suara Pak Alam yang memasuki ruangan. Segera saja ku-silent gawaiku.
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
Filosofi Penantian || TERBIT
Ficção Adolescente[AWAS!! CERITA INI MENGANDUNG KENYESEKAN, HARAP BIJAK DALAM MEMBACA!] Apalah arti penantian, bila yang ditunggu tanpa kepastian? Apalah arti penantian, bila yang ditunggu tak jua datang? Namaku Kejora. Gadis yang bodoh, sebab menanti sosok yang ta...
