delapan belas: Masuk Bimbel

173 42 76
                                        

HAI!!!

KEMARIN AKU NGGAK UPDATE KARENA CAPEK BANGET DAN RASANYA PENGEN NGEBUCIN SEHARI AJA SAMA PACARKU EHEY

JADI AKU NGGAK UPDATE. MANA KERJAAN DESAINKU MASIH NUMPUQ

TAPI ODI DAN CALVIN UDAH ADA KOK

SELAMAT MEMBACA PART UWU INI YA

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN CANTIKKK ❤️


[]



"Nilai kamu semester ini rasanya turun deh, Di." Komentar mamyungnya saat melihat nilai-nilai di rapornya.

"Odi rasanya lengah pas semester ini." Timpal Odi yang ikut terlihat murung.

"Mamyung bakal daftarin kamu di bimbel kayaknya. Kamu masih aktif di ekskul nggak?"

"Bimbel?" Odi mendesah pelan, ia memang suka belajar, tapi bimbel? Rasanya enggak deh, ia lebih senang belajar sendiri. "Nggak ah!"

"Lah katanya mau masuk FK UI?"

"Tapi, Mam...."

"Fakultas Kedokteran itu isinya orang-orang rajin dan pintar semua, Di. Pintar aja nggak cukup, kamu harus rajin belajar."

"Odi kan udah rajin." Bibir Odi cemberut, memohon agar ia hanya belajar di waktu ia biasa belajar saja.

"Rajin kamu kurang, harus lebih dibanyakin belajarnya." Mamyung mengusap punggung Odi lembut. "Katanya kamu mau bikin bangga Papyung?"

"Mam..."

"Banyak bimbel bagus di Bandung, kamu bebas pilih yang mana. Mau ya?"

"Mam, nanti aja deh pas Odi kelas 12. Ya ya ya?" Odi memohon dengan wajah memelas.

"Kenapa nggak dari sekarang aja? Kan bagus tuh, nilai kamu kalo bagus bisa jadi pendukung buat SNMPTN."

Odi menarik napas panjang, masih bersikukuh dengan keinginannya yang tetap tidak belajar di bimbel karena menurutnya bimbel itu kadang jam belajarnya melebihi sekolah normal. Lantas ia meninggalkan Mamyung dan memilih untuk mengurung diri di kamarnya. Malas sekali kalo harus sampai berdebat dengan Mamyung.

"Ya Tuhan... kok aku males banget gini. Gimana mau jadi dokter?"

Odi memutuskan untuk menchat Calvin dan bicara soal program bimbelnya.

Cal, aku mau ikutan bimbel tapi aku mager |
Ga usah bimbel juga udah bisa kan? |

10 menit kemudian, masih belum ada balasan dari Calvin. Tumben banget cowok itu nggak sefast respon, biasanya Calvin bisa membalas chat Odi sedetik-dua detik kemudian.

Malah ceklis satu...

Apa ponselnya tidak aktif ya?

Ia mencoba menghubungi Calvin dan tulisan MEMANGGIL itu tidak berubah jadi BERDERING. Perasaan Calvin juga hari ini tidak keluar rumah, apa dia ketiduran ya?

"Ah bete."

Pada akhirnya ia memilih meringkuk di kasurnya seperti biasa.

Rebahan adalah passionnya kalau sedang malas. Tidak dapat diganggu gugat.

Tak apa lah, sambil nunggu Calvin membalas juga. Walaupun sampai akhirnya ia ketiduran sampai malam hari.

[#1]: Ring The BellCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang