dua puluh satu: Kemana Harus Datang dan Pergi

158 40 52
                                        

HEI HAI!

KALI INI AKU UPDATE RADA NGARET SOALNYA MASIH SUASANA LEBARAN DAN NGGAK SEMPAT NULIS HEHE

BUAT KALIAN, APA KETUPAT SAYURNYA MASIH ADA? HEHE

DI AKU SIH UDAH ABIS :(

BAIKKK... POKOKNYA DI PART INI AKU PENGEN KALIAN SPAM KOMEN YANG BANYAK YAAA BIAR CEPET SAMPE 1000

MAKASIH BUAT 900 KOMENNYA AKU SENENG!

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN AGAR AKU MAKIN SEMANGAT YA!

HAPPY READING ❤️


[]

Di tengah makan siang sekaligus akhir jam pelajaran olahraga, Odi terlihat asyik mengamati layar ponselnya sembari cekikikan sesekali. Kotak bekalnya masih menyisakan banyak makanan. Berbeda dengan kotak bekal makanan teman-temannya yang lain, sudah mau habis.

Biasanya setelah jam olahraga, kelas mereka selalu kompak membawa bekal makanan yang akan mereka makan di lapangan sepak bola. Odi suka bersemangat untuk itu karena makan di luar ruangan itu menyenangkan baginya. Tapi... apa sekarang layar ponsel terlihat lebih menarik?

"Di?" Tegur Mela yang masih mengunyah bakso goreng.

Saat itu ia dan teman-temannya sedang bicara soal Sweet 17 Mela yang akan diadakan sebentar lagi.

Cewek itu masih anteng dengan ponsel, mengetikkan sesuatu di layar.

"Odi,"

Cewek itu tetap tidak bergeming.

"Odi!" Teriak Mela yang membuat teman-temannya menoleh kaget.

Termasuk Calvin yang duduk di seberang dan juga asyik dengan ponsel. Bedanya, para cowok tidak terlalu perhatian satu sama lain. Nanti disangka aneh kan.

"Eh?" Odi menaikkan kedua alisnya dan memberi tatapan penuh tanda tanya pada Mela.

"Denger nggak tadi aku bilang apa?"

"Apa?" Odi balik bertanya dengan polosnya.

"Kebiasaan," Mela yang terlihat kesal memberikan sebuah lipatan kertas penuh kilauan. Sebuah undangan.

Melania's Sweet Seventeen

"Ini—"

"Undangan, dan kamu harus dateng." Potong Mela kesal.

"Pesta topeng?"

Mela mengangguk, "Di villa aku."

"Wow...."

"Aku undang semua orang yang aku kenal di sekolah ini. Senior dan junior juga."

"Banyak?"

"Dah sekarang beresin makannya. Jangan hapean wae." Mela berdiri sembari menepuk pundak Odi. "Aku ganti baju dulu, nanti keburu masuk jam belajar."

Odi mengamati undangannya dan melihat ke arah teman-temannya yang juga memegang kertas undangan yang sama. Semua anak-anak kelas diundang, apa Calvin juga ya?

Penasaran, ia langsung menghubungi Calvin tapi cowok itu sudah keburu mengubunginya duluan.

| Tadi sama Mela kenapa?
| Marahan?

Nggak kok ini urusan cewek |
Eh kamu diundang sama dia? |

| Aku kira dia ngambek
| Lain kali kita kalo chatan jangan lupain keadaan sekitar ya
| Iya dong, nanti kita bikin topengnya ya

[#1]: Ring The BellCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang