Semuanya berawal dari kesalahpahaman Odi tentang menyangka bahwa tetangga barunya adalah seorang gelandangan.
Lalu berlanjut berkumpul menjadi kebahagiaan dan luka.
•••
Aku nggak tahu, semakin hari, semakin aku sadar bahwa semua orang itu tak sebaik...
CHAPTER KALI INI BANYAK BANGET PARAGRAF DIBANDING DIALOG. TAPI AKU HARAP ITU BIKIN FEELING KALIAN SEMAKIN BERASA SAAT BACA CERITA INI.
MINDBLOWING BANGET SEBENERNYA. TAPI SEMOGA KALIAN SETUJU SOAL PESAN YANG AKU SIRATKAN DALAM CERITA INI
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA AGAR AKU SEMANGAT MENULIS YA SAHABATTT 😂😂😂
SELAMAT MEMBACA DAN SELAMAT BERMALAM MINGGU 💓💗
[]
Senja itu selalu indah. Dimanapun ia berlabuh.
Senja kala itu mendarat di garis lautan yang naik turun karena gelombang air laut yang berlomba berlari ke pantai. Ronanya menjulang memberikan sinar oranye pada siapapun yang berada di pesisir pantai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Calvin meminum air kelapa mudanya yang hampir habis. Ia mengintip ke dalamnya namun sudah tidak ada yang bisa ia minum lagi.
"Mau beli lagi?" Tanya seorang cewek berambut panjang yang menurunkan kacamatanya.
Mereka duduk berdua di pinggir pantai melupakan kemungkinan terburuk yang selanjutnya akan terjadi. Sejenak lupa bahwa mereka baru saja melarikan diri dengan menaiki bis, membelah jalanan bermodalkan uang yang nangkring di ATM mereka.
Calvin merencanakan semua ini, menyusun semua persiapan bahkan hati Ralisa yang tadinya ragu. Pantai Carita merekam semuanya. Menjadi saksi kenekadan mereka saat itu.
"Kamu tau kenapa aku ngajak kamu ke sini?"
Ralisa menoleh, "Tahu, kok. Kamu pengen bolos sekolah kan?"
Calvin saat itu terlihat serius. Ia tidak tertawa dengan ejekan Ralisa yang menganggapnya bolos.
"Kenapa?" Ralisa berhenti tertawa dan bingung. Tidak biasanya Calvin diam, cowok itu akan tertawa walaupun lelucon Ralisa tidak lucu sekalipun. "Aku salah bicara?"
Calvin memegang tangan Ralisa yang berada di sisinya. Ia merasakan hangat yang sama saat itu.
"Aku cuma mau bilang, kalo aku capek jadi teman kamu."
Ralisa semakin bingung, ia menepis tangan Calvin. "Maksud kamu?"
Sebelumnya, Calvin bilang ia hanya ingin meredakan stress dengan melarikan diri dari ibukota. Pergi mencari celah dengan bolos di saat mereka sedang seru-serunya menjadi siswa kelas X.