tiga puluh lima: "Kamu Dimana?"

135 31 20
                                        

HEI HO!

KETEMU LAGI DI RING THE BELL. APA KABAR GUYS?

AKU BERHARAP KALIAN BAIK BAIK AJA HEHE

BTW AKU NULIS INI AGAK PENUH EMOSI KARENA EMANG... YOU KNOW LAH

PART INI SEDIKIT MENGANDUNG BAWANG DAN PASTINYA BIKIN MISUH

MAAF YAA HUHU

SEMOGA KALIAN SUKA SAMA PART INI

JANGAN LUPA FOLLOW AKUN WATTPADKU DAN IGKU YA. SOALNYA AKU BAKAL BIKIN QUOTES JUGA DISANA

VOTE KOMEN JUSEYOOO ❤️

[]


"Jadi kata Pak Kepsek, tahun ini studytour kita seperti biasa ke Yogyakarta ya. Fokus di kunjungan kampusnya. UGM." Ujar Bu Rosie, wali kelas mereka mengumumkan hasil rapat untuk studytour tahunan.

Suara murid kelas sekarang terbagi, ada yang senang, ada yang protes, bahkan ada yang tidak terlalu peduli. Intinya mereka ingin refreshing sebelum nanti masa-masa ujian yang akan datang.

"Yah, Bu. Bosen ke Yogya terus."

"Ah kemana aja we nu penting jalan. Haraiyuu gasss...."

"Asik, akhirnya bisa liat UGM!"

Sementara itu, Odi masuk golongan tengah. Tidak terlalu peduli dengan kemana tujuan study tour, yang penting liburan karena sebentar lagi jadwal belajarnya akan semakin padat.

"Bosen aku mah, Di. Tahun ke tahun pasti Yogya terus." Keluh Mela sembari menopang dagu. "Kamu kumaha?"

"Aku sih nggak masalah, yang penting ada umur, terus ada rezekinya." Jawab Odi santai.

"Bener juga sih." Mela mangut-mangut pada akhirnya. "Ini tuh minggu depan ya kan? Udah prepare?"

"Belum, Mel."

Itu percakapan Odi dan Mela seminggu lalu, dan sekarang semua rencananya sudah matang sempurna. Odi bergegas memberi tahu Mamyung soal kemana tujuan study tour. Sejauh ini, beliau setuju-setuju saja sih soal study tour karena budgetnya memang sudah dipersiapkan.

"Kamu duduknya sama Mela kan?" Tanya Calvin setelah memasukkan sebungkus keripik kentang ukuran sedang ke dalam trolinya.

"Iya, biasa lah sama Mela." Jawab Odi sembari menunjuk barisan keripik kentang merk sama namun dengan rasa BBQ. "Aku yang rasa BBQ dong."

Namun Calvin malah diam saja sambil menatap Odi tanpa berkedip.

"Masukin keripiknya, Cal."

Calvin menggeleng.

"Kenapa?"

"Aku pengennya duduk bareng kamu."

Odi terdiam sejenak lalu merasakan pipinya merona. Ia refleks memukul pelan Calvin sembari mendorong trolinya untuk lanjut belanja keperluan yang mereka butuhkan.

Namun Calvin mengejarnya dan balas tertawa.

"Kenapa?"

Odi menutup wajahnya dan membayangkan dirinya nanti dalam posisi tidur dan Calvin akan melihat wajah buluknya atau tidak saat Odi lagi ileran. 'Duh nanti Calvin ilfeel nggak ya?'

[#1]: Ring The BellCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang