HEI HO!
KETEMU LAGI DI RING THE BELL. APA KABAR GUYS?
AKU BERHARAP KALIAN BAIK BAIK AJA HEHE
BTW AKU NULIS INI AGAK PENUH EMOSI KARENA EMANG... YOU KNOW LAH
PART INI SEDIKIT MENGANDUNG BAWANG DAN PASTINYA BIKIN MISUH
MAAF YAA HUHU
SEMOGA KALIAN SUKA SAMA PART INI
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN WATTPADKU DAN IGKU YA. SOALNYA AKU BAKAL BIKIN QUOTES JUGA DISANA
VOTE KOMEN JUSEYOOO ❤️
[]
"Jadi kata Pak Kepsek, tahun ini studytour kita seperti biasa ke Yogyakarta ya. Fokus di kunjungan kampusnya. UGM." Ujar Bu Rosie, wali kelas mereka mengumumkan hasil rapat untuk studytour tahunan.
Suara murid kelas sekarang terbagi, ada yang senang, ada yang protes, bahkan ada yang tidak terlalu peduli. Intinya mereka ingin refreshing sebelum nanti masa-masa ujian yang akan datang.
"Yah, Bu. Bosen ke Yogya terus."
"Ah kemana aja we nu penting jalan. Haraiyuu gasss...."
"Asik, akhirnya bisa liat UGM!"
Sementara itu, Odi masuk golongan tengah. Tidak terlalu peduli dengan kemana tujuan study tour, yang penting liburan karena sebentar lagi jadwal belajarnya akan semakin padat.
"Bosen aku mah, Di. Tahun ke tahun pasti Yogya terus." Keluh Mela sembari menopang dagu. "Kamu kumaha?"
"Aku sih nggak masalah, yang penting ada umur, terus ada rezekinya." Jawab Odi santai.
"Bener juga sih." Mela mangut-mangut pada akhirnya. "Ini tuh minggu depan ya kan? Udah prepare?"
"Belum, Mel."
Itu percakapan Odi dan Mela seminggu lalu, dan sekarang semua rencananya sudah matang sempurna. Odi bergegas memberi tahu Mamyung soal kemana tujuan study tour. Sejauh ini, beliau setuju-setuju saja sih soal study tour karena budgetnya memang sudah dipersiapkan.
"Kamu duduknya sama Mela kan?" Tanya Calvin setelah memasukkan sebungkus keripik kentang ukuran sedang ke dalam trolinya.
"Iya, biasa lah sama Mela." Jawab Odi sembari menunjuk barisan keripik kentang merk sama namun dengan rasa BBQ. "Aku yang rasa BBQ dong."
Namun Calvin malah diam saja sambil menatap Odi tanpa berkedip.
"Masukin keripiknya, Cal."
Calvin menggeleng.
"Kenapa?"
"Aku pengennya duduk bareng kamu."
Odi terdiam sejenak lalu merasakan pipinya merona. Ia refleks memukul pelan Calvin sembari mendorong trolinya untuk lanjut belanja keperluan yang mereka butuhkan.
Namun Calvin mengejarnya dan balas tertawa.
"Kenapa?"
Odi menutup wajahnya dan membayangkan dirinya nanti dalam posisi tidur dan Calvin akan melihat wajah buluknya atau tidak saat Odi lagi ileran. 'Duh nanti Calvin ilfeel nggak ya?'
KAMU SEDANG MEMBACA
[#1]: Ring The Bell
Fiksi UmumSemuanya berawal dari kesalahpahaman Odi tentang menyangka bahwa tetangga barunya adalah seorang gelandangan. Lalu berlanjut berkumpul menjadi kebahagiaan dan luka. ••• Aku nggak tahu, semakin hari, semakin aku sadar bahwa semua orang itu tak sebaik...
![[#1]: Ring The Bell](https://img.wattpad.com/cover/70766071-64-k981922.jpg)