empat puluh dua: Tak Terprediksi

70 10 23
                                        

HUFT AKHIRNYA AKU UPDATE JUGA SETELAH BERBULAN-BULAN HIATUS. MAAF SEKALI AKU HARUS HIATUS KARENA BANYAK EVENT ORMAWA YANG GAK BISA AKU TINGGALKAN GUYS

TAPI TENANG AJA, AKU AKAN MULAI MENGGARAP RING THE BELL  SAMPAI END KOK

KANGEN SAMA ODI GAK?

HUFT SEMOGA KALIAN MAU MEMBACA CERITA INI LAGI YA

AKU PENGEN BANGET RING THE BELL JADI CERITA SUKSES DAN DIFILMKAN KAYA NOVEL LAIN

HUHU SEMOGA AJA

AKU PASTIKAN CERITA INI HAPPY ENDING YAA❤️



[]

Pacar...

Ah nama yang lucu sekali, pikir Odi sembari menerawang ke dalam botol kaca ikan cupangnya. Setelah ia menulis resume materi Trigonometrinya dan merasa lelah, ia lagi-lagi memandangi ikan kecil itu dan mengingat bagaimana ia membelinya. Ia mengetuk-ngetuk botol kacanya sembari tersenyum lembut.

"Makasih ya udah nemenin aku." Ujarnya pada si Pacar.

Odi melakukan peregangan dengan menarik tangannya ke atas sebisa mungkin sambil menguap. Sudah pukul 1 malam dan Odi masih saja tidak bisa tidur. Makanya ia menulis resume supaya ia merasa lelah, dan sepertinya ia berhasil.

Sesaat Odi menatap ke arah jendela kamarnya sebelum ia memutuskan untuk menarik selimutnya di atas kasur. Biasanya, saat detik menuju tengah malam, Odi selalu membuka jendela dan membunyikan lonceng kecilnya.

'Ternyata emang udah jadi kenangan aja ya.'

Gundah, ia memutuskan untuk tidak membuka jendela kamarnya dan merebahkan badannya di kasur sambil memainkan ponselnya. Mengetik sesuatu di roomchatnya dan Mela.

Mel, udah tidur?  |
Gabut banget anjrit  |

Ia melihat tulisan online dan tampaknya Mela juga belum tidur. 2 menit kemudian ponsel Odi bergetar.

|  Belum, lagi gabut juga
|  Kamu mah nugas ya? Ah ga asik
|  Akumah lagi buka Tiktok

Face time yu ah  |
Ga ah paregel aku tuh  |
Gas vc  |

Tanpa menunggu waktu lama, sudah ada nama kontak 'Mela Cantik' tertera di layar ponsel Odi. Dengan semangat Odi mengangkat panggilan dari Mela.

"Mel..."

"Euy..." Sahut Mela yang sedang rebahan di kasurnya sambil mengunyah Lays rasa rumput laut.

"Galau,"

"Masa galau terus, kan udah ada Kak Lintang,"

"Nggak gitu juga, Mel."

"Kenapa atuh ini teh hayuh wae galau."

"Aku teh... rasanya kangen sama Calvin."

Mela yang sedang mengunyah langsung terbatuk dan ponselnya jatuh. Kaget? Ah entahlah tapi reaksinya agak berlebihan.

"Serius masih kangen sama Calvin?"

Odi mengangguk sembari menghela napas.

[#1]: Ring The BellTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang