Semuanya berawal dari kesalahpahaman Odi tentang menyangka bahwa tetangga barunya adalah seorang gelandangan.
Lalu berlanjut berkumpul menjadi kebahagiaan dan luka.
•••
Aku nggak tahu, semakin hari, semakin aku sadar bahwa semua orang itu tak sebaik...
MASIH ADA YANG BACA RING THE BELL? KALO ADA, MANA SUARANYA? 😆
BUAT KALIAN YANG MASIH SETIA NUNGGUIN AKU UPDATE MAKASIH BANYAK YA! MAKASIH UDAH SETIA BACA CERITA INI HEHE
KALIAN TERBAIK ❤️
UNTUK KALI INI AKU UDAH NULIS TAPI LUPA UPDATE. SEMOGA NANTI MAH ENGGAK LAGI 😂
YAUDAH DEH GITU AJA. SELAMAT MEMBACA!
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA BIAR AKU CEPET UPDATE YA 😁
[]
"Sampai deh."
Motor Calvin menepi di sebuah tempat yang terlihat lebih ramai dibanding terakhir kali mereka ke sini. Ada banyak kursi namun sayangnya Odi dan Calvin tidak bisa duduk bersantai. Ada banyak pasangan dan orang-orang yang juga menghabiskan Sabtu malam di sini.
"Yah, penuh ya, Di." Ucap Calvin dengan nada menyesal.
Namun Odi terlihat anteng melihat kerlap-kerlip daratan kota Bandung yang tampak indah di malam hari. Viewnya benar-benar memanjakan matanya. Ia bahkan tidak berkedip sama sekali. Lampu-lampu itu bagaikan kunang-kunang yang indah dan lucu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Menyadari itu, Calvin hanya tersenyum kecil lalu mengacak rambut cewek itu.
"Kamu inget nggak pas pertama kali kita ke sini?"
Odi menoleh, "Inget."
"Cartilnya masih sama. Tapi ada yang beda."
"Bedanya?" Tanya Odi, kini ia lebih antusias pada pembicaraan Calvin.
"Dulu aku bawa kamu ke sini sebagai temen, sekarang sebagai pacar. Jadi rasanya beda aja gitu."
"Oh ya?"
Calvin mengangguk. "Nggak kerasa ya, Di."
Mereka tak berlama-lama di tempat tadi, Calvin memandang ke sekelilingnya mencari tempat yang lebih nyaman untuk diam. Sembari menunggu bangku yang kosong juga.
"Jangan di sini deh. Kita duduk, nanti kamu pegel."
Odi mengangguk sembari menggosok-gosokkan telapak tangannya. Ia terlihat kedinginan.
Saat itu pula, Calvin bergegas melepas jaketnya dan menyerahkannya pada Odi. Cewek itu terlihat kedinginan karena ia hanya memakai kaos dan outer rajut yang tipis.
"Kenapa?" Tanya Odi sembari menerima jaket denim milik Calvin.
"Kamu pasti dingin, pake aja."
Odi tersenyum. Malu sendiri karena ternyata Calvin masih semanis dulu walaupun akhir-akhir ini mereka lebih sering bertengkar karena hal sepele. Dan juga karena Ralisa.