dua puluh tujuh: Seisi Sekolah yang Kejam

142 37 4
                                        

HAI HELLO! APA KABAR KALIAN?

ADA YANG KANGEN SAMA ODI?

HUHU AKHIRNYA AKU UPDATE JUGA, SORI YA GUYS AKUNYA LAGI KEPEPET UAS. SEMOGA UASNYA CEPET BERES YA BIAR BISA CEPET UPDATE LAGI HEHE

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA YAWW

SELAMAT MEMBACA ❤️🥰

[]


Langkah kakinya terasa berat begitu motor ojolnya berlabuh di sekolah beberapa menit yang lalu. Ia mulai memasuki area koridor, berjalan seperti biasa seolah tak ada apapun. Tapi kenapa hari ini rasanya tidak tenang sekali?

Semua mata memandang ke arahnya, padahal biasanya orang-orang tidak terlalu peduli padanya. Iyalah, lagi pula kan Odi bukan seorang selebriti.

"Eh tau ga sih, selebgram baru sekolah kita punya pacar."

"Bukannya kemarin cowoknya pacaran sama si Odita?"

"Dah putus, aku liat kemarin cowoknya bareng sama Ralisa."

Telinganya menangkap suara beroktaf rendah itu. Begitu masuk ke telinga rasanya terdengar menyakitkan. Tidak hanya teman seangkatan, bahkan adik dan kakak kelas pun membicarakan hal yang sama.

Jam istirahat kesatu dan kedua pun sama. Odi biasanya selalu semangat keluar kelas, sekarang memilih bungkam. Calvin mendiamkannya juga, cowok itu kadang tertangkap basah sedang mengamati Odi namun tidak bicara apapun.

"Aku liat Calvin tadi liatin kamu." Celetuk Mela sebelum ia keluar kelas.

"Tau kok." Odi menghela napas dan kembali menenggelamkan wajahnya ke dalam tumpukan buku.

"Aku nggak suka liat kalian begini, cepet baikan, oke?"

Odi hanya mengangguk.

Entahlah, semuanya terasa buruk sejak hari itu. Rasanya menjadi bulan-bulanan seisi sekolah itu tidak enak. Apalagi setelah ia digadang-gadang membuat Kevin pindah sekolah beberapa bulan lalu. Apapun tentang Odi pasti jadi bahan pembicaraan.

Sampai pulang sekolah pun, ia kembali mendengar bisik-bisik. Kali ini lebih parah.

"Si Odi berantem siah sama pacarnya. Aku denger dia nangis."

"Kok tau?"

"Iyalah orang aku tuh nggak ikutan ke lab komputer kemarin, jadi di kelas."

Ah lagi-lagi begitu. Odi pikir ia hanya harus diam dan tutup telinga. Dari ia pergi sampai pulang ke sekolah. Kenapa sih hal seprivat ini harus tersebar ke seisi sekolah?

Bahkan saat sedang rapat pertamanya sebagai panitia FOURNITE. Semua orang kadang menyinggungnya soal Ralisa dan Odi. Sangat tidak nyaman sekali. Biasanya Odi selalu aktif saat di forum rapat dan diskusi, namun sayangnya tidak kali ini.

Everyone sucks.

"Aku rasa sih kalo jam manggung pukul segitu buat pengisi acara utama itu kurang cocok. Coba dilihat di ridersnya." Tukas Odi saat beberapa divisi selesai memaparkan laporannya.

"Cocok cocok aja kok perasaan. Pengisi acara kan harusnya gimana kita." Sela Ralisa, pendapatnya jauh sekali dengan Odi.

"Sistematis artis tuh nggak boleh seenak jidat kali, Lisa. Mereka udah punya rule tersendiri dan itu tertulis di riders."

"Ya udah, kamu punya solusinya nggak buat ini?"

"Tinggal ganti lah jam mulainya. Emang kamu ngerti apaan sih?"

[#1]: Ring The BellCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang