Semua pembacaku adalah temanku.
Tunjukkan kehadiran kalian dengan cara vote dan komen cerita ini ya!
Happy reading❤️
[]
Kantin SMA 4
Seperti biasa, jam makan siang kedua selalu lebih ramai dari jam makan siang sebelumnya. Selain karena waktunya lebih panjang, beberapa warung makanan biasanya baru membuka stand makanan mereka.
Odi terlihat lahap dengan mie tek-tek kuah yang dipesannya. Dua sendok cabai, tidak pakai seledri, selalu begitu. Tak cukup sampai disana, ia memesan beberapa cemilan dan juga segelas besar es teh manis dingin. Mela yang biasa menemaninya hanya geleng-geleng kepala.
"Enak banget ya kamu, makan mau porsi kayak genderewo ge nggak gede-gede badannya." Mela mengaduk es krim cingcaunya dengan raut muka kesal.
"Iya dong, alhamdulillah makanya, Mel."
"Eh eh, Di. Btw nih ya, aku denger dari anak kelas sebelah katanya kamu direbutin pas lagi latihan futsal kemaren-kemaren." Akhirnya Mela memulai aksinya. "Kok kamu nggak cerita sih?"
"Direbutin? Mana ada maemunah." Odi tertawa kecil.
"Sama A Kevin terus si anak baru. Aku nggak diceritain detailnya gimana, makanya pengen tau dari kamu, Di."
"Mau cerita apaan orang aku nggak direbutin, Mel." Ujar Odi tetap pada pendiriannya.
"Ih nu bener atuh, Di. Aku nanya ini teh." Pinta Mela dengan nada memelas. "Kamu teh udah lama adik kakak-an sama A Kevin, nggak niat jadian gitu?"
"Jadian apa ari kamu ih, Mel. Cuma temenan biasa,"
"Satu sekolah udah tau kali kalian deket pisan. Aku mah pengen kalian jadian tau ih, geregetan!"
"Mela..." Odi memelototi Mela di sela-sela makan siangnya yang terus saja diinterupsi.
"Odi... cepetan cerita." Tapi Odi tetap saja lanjut makan mie.
"Jadi... kemarin tuh pokoknya A Kevin ngasihin bajunya dia pas aku mimisan. Langsung buka baju gitu depan semua orang."
"Ya Allah, Di? Seriusan ieu teh?"
"Malu pisan ihhh..."
"Kayaknya akutuh dulunya reinkarnasi pelakor zaman purba, makanya nggak pernah ngalamin hal se-uwu itu."
"Udah beres makannya, Di?" Tiba-tiba seorang cowok menghampiri meja mereka sambil membawa Teh Botol Sosro. "Yah padahal pengen liatin Odi makan."
"Eh, A Kevin." Sapa Mela berusaha ramah. Dia tidak tampak kaget karena posisi jadi obat nyamuk antara Kevin dan Odi selalu ia jalankan.
"Udah nih, kenyang pisan." Odi mengelus perutnya.
"Nanti kita makan bareng di kantin ya, Di. Aku traktir. Kalem aja." Tutur Kevin kemudian ia melirik Mela. "Mel, kamu ge bisi pengen. Aku traktir juga, soalnya mau ngerayain sesuatu."
"Wah, yang benul?" Tanya Mela antusias.
"Iya lah, sok kalem aja." Tiba-tiba Kevin menatap Odi intens. "Di, malem ini ada acara nggak?"
"Emang kenapa?" Tanya Odi.
"Ada kafe bagus, ngopi yuk."
Disaat yang bersamaan, Odi tak sengaja bertabrak pandangan dengan Calvin yang juga sedang makan bersama anak-anak cowok. Kali ini dia tidak sendiri dan terlihat sudah mulai bisa berbaur.
KAMU SEDANG MEMBACA
[#1]: Ring The Bell
Ficción GeneralSemuanya berawal dari kesalahpahaman Odi tentang menyangka bahwa tetangga barunya adalah seorang gelandangan. Lalu berlanjut berkumpul menjadi kebahagiaan dan luka. ••• Aku nggak tahu, semakin hari, semakin aku sadar bahwa semua orang itu tak sebaik...
![[#1]: Ring The Bell](https://img.wattpad.com/cover/70766071-64-k981922.jpg)