tiga puluh dua: Aku dan Temanmu (2)

155 35 11
                                        

FINNALLY AKU UPDATE

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA YA

SIAP SIAP GREGET DI PART INI DAN AKU AKAN BIKIN OLENG HATI KALIAN HAHAHA

JADI KALIAN PILIH KAPAL YANG MANA?

JADI KALIAN PILIH KAPAL YANG MANA?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


ODI CALVIN?

ODI LINTANG?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ODI LINTANG?



[]


"Apa masalahnya? Aku tau kok, kalian cuma temenan kan?"

"Aku udah bilang aku percaya sama kamu. Nggak usah khawatir aku cemburu."

"Lagian kalo emang kamu bohong, aku nggak usah cari tau. Nanti juga suka ada cara gimana Tuhan nunjukin sayangnya sama aku."

Walaupun agak sesak, setidaknya ucapan tadi bisa menjadi pelipur rasa sakitnya. Ia mencoba menghibur dirinya sendiri dengan percaya kalo Calvin dan Ralisa memang tidak ada apa-apa. Sekarang, ia hanya bisa percaya pada intuisinya. Sementara ini, semesta belum terlalu jauh menunjukkan semuanya.

Ia dan Calvin sampai saat ini belum berbalas chat. Keduanya masih canggung untuk membahas ini, dan sepertinya konsentrasi Odi akan buyar jika sampai ia bertengkar dengan Calvin di situasi ini. Tapi ia tetap tahu kalau Calvin akan menonton FOUNITE.

Kamera yang sedari tadi ia setting sudah siap. Acara FOURNITE yang dimulai pada pukul 5 sore akan berlalu sangat panjang dan melelahkan. Sebagai koordinator, ia sudah mengarahkan rekan satu timnya untuk menyebar di semua titik avenue. Sementara ia berada di depan panggung, bersiap memotret talent juga.

"Udah siap kan, Di?" Tanya Bagas yang tiba-tiba muncul dari belakangnya.

Odi mengangguk semangat, apapun yang terjadi, kejadian malam itu jangan sampai membuat kinerjanya turun. Profesionalitas tetap nomor satu.

[#1]: Ring The BellCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang