Semua karakter murni milik J.K Rowling, tidak ada keinginan meniru atau mendapat untung. Mungkin aku hanya merubah sedikit jalan cerita ges biar sesuai ama jalan cerita aku. Makasih! Jangan lupa vote+komen
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tak terasa seminggu sudah berlalu sejak Raelyn pingsan karena terlalu banyak menggunakan sihirnya. Teman temannya sangat khawatir saat itu, bahkan si kembar Weasley dan Tom sampai membolos kelas, alasannya karena mereka ingin menjaga Raelyn. Tetapi, pada dasarnya tidak, mereka hanya menjadikan itu sebagai alibi untuk tidak belajar. Hanya Fred dan George sih yang seperti itu, Tom tentu masih membaca buku di sela menjaganya.
Raelyn diperbolehkan keluar dari ruang kesehatan dua hari setelahnya. Madam Pomfrey memastikannya untuk benar benar kembali sehat. Dan ia menyarankan Raelyn untuk tidak terlalu berlebihan menggunakan sihirnya, katanya itu akan sangat berdampak ke depannya karena Raelyn belum cukup umur untuk kemampuan sihir sihirnya yang tingkat tinggi seperti itu. Raelyn hanya mengangguk mengiyakan.
Raelyn melanjutkan studinya yang agak sedikit tertinggal, untung nya tak banyak tugas yang harus ia kerjakan saat itu. Ngomong ngomong tentang studinya, Raelyn sudah tahu siapa Lupin a.k.a guru baru yang mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, ternyata ia adalah pria yang ditemuinya terakhir sebelum pingsan. Dan ternyata guru baru tersebut juga yang membawanya menuju ruang kesehatan, Fred yang memberitahunya tentang itu.
Ia menyukai Professor barunya tersebut, bukan dalam artian lain, ia sangat menganggumi cara mengajarnya. Menurutnya, Lupin adalah guru yang paling sabar yang pernah ia temui. Ia juga mempunyai caranya tersendiri dalam mengajar di kelas. Sebut saja kemarin, saat ia mengajari mantra 'Riddikulus' untuk Boggart. Itu adalah cara belajar yang sangat keren untuknya, karena Lupin langsung pada prakteknya tidak seperti guru guru sebelumnya.
Sama seperti pelajaran DADA, beberapa pelajaran lain, ia sudah lewati tanpa kendala. Tentu tidak termasuk Ramuan, kalian tahu kenapa? Karena Snape selalu membuatnya terlihat menyedihkan di dalam kelasnya. Bayangkan saja, ia selalu memberikannya nilai terendah dalam pelajaran tersebut. Padahal, Raelyn sudah belajar mati matian semalam sebelumnya. Tetapi Snape, tak pernah berhenti memberikan nya telur di perkamennya. Itu membuat Raelyn menjadi pasrah, ia tak akan pernah mau belajar lagi untuk ulangan Ramuan sejak saat itu.
Dan untuk mantra 'Patronous' nya, Snape belum mengajarkan nya sampai sekarang. Raelyn padahal selalu meminta Snape untuk mengajarkan nya di sela detensi nya. Tetapi, Pria itu selalu bilang bahwa ia belum benar benar sehat untuk belajar mantra tingkat lanjut tersebut. Raelyn hanya mencebikan bibir kesal saat pria itu menolak nya kembali. Tapi, toh ia tak berhadapan kembali dengan Dementor dementor itu. Setidaknya sampai saat ini.
Kini Raelyn sedang berada di Perpustakaan. Ia sedang membaca buku yang Tom berikan untuknya saat ulang tahunnya kemarin. Sambil mendengarkan walkman baru kesayangan nya dari Snape. Saat sedang asyik bergelung kata per kata dalam bukunya, ia melihat pria datar yang dikenalinya sedang mencari buku di rak di dekatnya. Langsung saja ia memanggilnya,
"Pssst, Aland" bisik Raelyn pelan, karena bisa bisa ia dimarahin Madam Pince jika berisik.
"Raelyn" balas Aland lalu menghampiri gadis itu dan duduk di bangku kosong sebelahnya.
Raelyn menyampirkan walkmannya di leher nya, "Tumben di Perpus, Ngapain?" tanya Raelyn halus.
"Aku sedang mencari referensi untuk tugasku yang belum kujawab sempurna" balas Aland datar seperti biasanya. Raelyn mengangguk mengerti, Aland memang sangat sibuk akhir akhir ini. Bahkan ia hanya mengunjungi nya sekali, saat ia berada di ruang kesehatan. Raelyn tidak heran, karena ini adalah tahun terakhir nya di Hogwarts.
KAMU SEDANG MEMBACA
My HalfBlood Prince
Narrativa generaleIni bukan kisah Harry Potter atau Kau-Tahu-Siapa. Ini hanyalah sepenggal kisah antara karakter favorit saya, Severus Tobias Snape dengan gadis kecil bernama Raelyn Chadd Dixie. Kisah yang saya buat murni hasil imajinasi saya yang sangat mengidolakan...
