Perlahan, Anin membuka matanya. Ia berusaha untuk duduk, lalu menatap kearah jam dinding.
"Yaampun, udah jam 7 malam" ucapnya
Sepertinya ia terlalu lelah, sehabis makan sup dan minum obat, ia jatuh tertidur. Tak lama, ia pun menjulurkan tangan mengambil ponselnya yang tergeletak di meja dekat tempat tidurnya.
Saat ia membuka ponsel. Grup kelasnya sudah ramai sekali.
ASIPGA
Anindhita : mau tanya dong, hari ini ada tugas apa?
Gibran yang pertama membaca pesannya
Gibranteng : wehh ... Kemana aja lo?
Syifa : Kangen dia nin, uring-uringan lo gak masuk
Riani : Aninnn, sakit apa?
Rivo : gak ada tugas nin, udah mo libur juga. Masih aja tugas
Gibranteng : sakit apa nin?
Angga : modus bet lo tai @gibrateng
Anin terkekeh pelan
Anindhita : ohh yaudah makasih ya @Rivo
Gibranteng : anjg, Rivo doang yang di respon
Sandra : Lo nggak penting Gib
Valen : sadboy
Angga : ututuk sini abang Gibran sama Angga aja
Valen : ngga? Ada yang cemburu itu
Angga : siapa?
Sandra : yaelah, masa sebut merk
Grup semakin ramai, membuat Anin keluar dari room chat. Ia pun hendak menaruh handphonenya dan bergegas mandi. Namun, dering telfon membuatnya kembali mengecek ponselnya. Melihat nama Raja disana, membuat Anin menghela nafas pelan. Tadinya ia kira Gibran yang akan menelfon ya. Ia pun mengangkat telfon itu
"Iya, kenapa Ja?"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam" ringis Anin pelan
"Kamu tadi gak masuk?"
"Iya. Demam"
"Jaga kesehatan, Nin"
Nada suara Raja yang melembut membuat hati Anin menghangat. Teringat awal-awal ia mengenal cowok itu, cowok yang lembut, perhatian.
"Iya, makasih ya"
"Nin"
"Kenapa?"
"Minggu ini ada acara?"
"Enggak. Kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Intruder
Roman pour Adolescents[ Untuk kenangan masa muda dan kata maaf yang tak sempat diucapkan ] Bagi Gibran, menikmati masa muda adalah bagaimana kita bisa menjadikan setiap momen yang ada terasa berharga. Juga sebagai cerita yang sempat mengisi kenangan hidupnya seperti tem...
