15. Sapaan di Pagi Hari

36 7 1
                                        

Perlahan, Anin membuka matanya. Ia berusaha untuk duduk, lalu menatap kearah jam dinding.

"Yaampun, udah jam 7 malam" ucapnya

Sepertinya ia terlalu lelah, sehabis makan sup dan minum obat, ia jatuh tertidur. Tak lama, ia pun menjulurkan tangan mengambil ponselnya yang tergeletak di meja dekat tempat tidurnya.

Saat ia membuka ponsel. Grup kelasnya sudah ramai sekali.

ASIPGA

Anindhita : mau tanya dong, hari ini ada tugas apa?

Gibran yang pertama membaca pesannya

Gibranteng : wehh ... Kemana aja lo?

Syifa : Kangen dia nin, uring-uringan lo gak masuk

Riani : Aninnn, sakit apa?

Rivo : gak ada tugas nin, udah mo libur juga. Masih aja tugas

Gibranteng : sakit apa nin?

Angga : modus bet lo tai @gibrateng

Anin terkekeh pelan

Anindhita : ohh yaudah makasih ya @Rivo

Gibranteng : anjg, Rivo doang yang di respon

Sandra : Lo nggak penting Gib

Valen : sadboy

Angga : ututuk sini abang Gibran sama Angga aja

Valen : ngga? Ada yang cemburu itu

Angga : siapa?

Sandra : yaelah, masa sebut merk

Grup semakin ramai, membuat Anin keluar dari room chat. Ia pun hendak menaruh handphonenya dan bergegas mandi. Namun, dering telfon membuatnya kembali mengecek ponselnya. Melihat nama Raja disana, membuat Anin menghela nafas pelan. Tadinya ia kira Gibran yang akan menelfon ya. Ia pun mengangkat telfon itu

"Iya, kenapa Ja?"

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsallam" ringis Anin pelan

"Kamu tadi gak masuk?"

"Iya. Demam"

"Jaga kesehatan, Nin"

Nada suara Raja yang melembut membuat hati Anin menghangat. Teringat awal-awal ia mengenal cowok itu, cowok yang lembut, perhatian.

"Iya, makasih ya"

"Nin"

"Kenapa?"

"Minggu ini ada acara?"

"Enggak. Kenapa?"

Intruder Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang