8. Move On for Move Up

377 50 14
                                        


Nggak bisa lebih dari abang ya? -Dariku untukmu.

8. Move On for Move Up

Motor milik Reyga sudah berhenti tepat di depan rumah berpagar hitam yang diketahui adalah rumah Rara.

"Kak Rey kok tahu rumah Rara?" tanya Rara yang masih setia duduk di jok belakang motor Reyga dengan polosnya.

"Lo lupa kalau gue temen abang lo?" jawab Reyga santai.

"Eh iya ya, hehe," jawab Rara cengengesan.

"Mau sampai kapan duduk di situ?" ucap Reyga membuat Rara tersadar dan bergegas turun.

"Ah, iya ma-maaf kak," jawab Rara sambil turun dari motor Reyga.

Reyga terkekeh melihat Rara yang terlihat sangat gugup.

"Helm nya bawa aja, kasihin abang lo," ucap Reyga sambil menunjuk helm yang masih terpasang di kepala Rara dengan dagunya.

"Iya kak," jawab Rara singkat, "oh iya, makasih ya kak," lanjut Rara sambil tersenyum kepada Reyga.

"Santai aja, lo kan adek sahabat gue, jadi anggap aja gue abang lo juga," jawab Reyga.

Anggap aja gue abang lo juga.

Mendengar ucapan Reyga itu, membuat Rara tersenyum kecut.

"Eh, a-abang ya, hehe," jawab Rara.

Nggak bisa lebih dari abang ya? Lanjut Rara dalam hatinya.

"Hmm, kak Rey nggak mampir dulu?" tanya Rara dengan cepat-cepat mengubah Ekspresinya.

"Nggak usah,"

"Oh gitu, yaudah Rara masuk duluan ya kak," ucapnya, "hati-hati ya kak," lanjut Rara lagi.

Reyga mengangguk dan langsung melajukan motornya menjauhi rumah Rara.

Rara tersenyum, lantas berjalan memasuki rumahnya.

•••

Di perjalanan menuju tempat tongkrongannya, Reyga tak berhenti tersenyum di balik helm full face miliknya. Wajah Rara yang ia lihat dari spion motornya terus terbayang.

Mulai dari Rara yang melihat ke kiri dan kanan, sampai wajah Rara yang sesekali memejam kan matanya menikmati angin jalanan terlihat begitu manis, ditambah lagi rambut panjangnya yang tertiup angin membuat wajah cantiknya sesekali terhalang.

Rara, satu nama yang entah mengapa membuat Reyga merasa senang jika melihatnya.

•••

"Noh tuh anak datang," tunjuk Ardhan ke arah Reyga membuat Matteo dan Saver mengikuti tunjuk Ardhan.

"Wuss, yang abis nganterin calon pacar," goda Saver saat Reyga sudah bergabung dengan mereka.

"Gimana Rey? kemana aja lo tadi sama Rara?" tanya Matteo.

"Pulang lah," jawab Reyga cuek.

"beneran lo anterin pulang kan adek gue?" Ardhan ikut bertanya kepada Reyga.

"Hmm," Reyga berdeham sebagai jawaban.

"Nggak ada rasa apa-apa gitu Rey?" tanya Saver kepada sahabatnya itu.

Ada.

"Biasa aja," jawab Reyga berbohong, membuat ketiga sahabatnya menghela napas berat.

Ketiga sahabatnya itu selalu mencoba untuk membantu Reyga move on dari masa lalu nya.

"Lo beneran belum move on dari mantan lo Rey?" tanya Ardhan meyakinkan, "kasihan adek gue Rey, kalo lo emang belum bisa move on jangan adek gue deh yang lo jadiin tempat pelampiasan lo," jelas nya.

Relove [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang