"Daripada dikasih satu cewek mintanya dua, kan maruk banget tuh, haha," - Rafirdha Grizella Pranadipa.
24. Kedai Es krim
Ardhan, Matteo dan Saver mencari keberadaan Reyga. Sejak ia bertemu dengan Meliza dan Rara siang tadi ia menghilang entah ke mana.
Saat sampai di tempat tongkrongan mereka. Dilihatnya Reyga yang sudah berada di sana sendirian. Dengan dua kotak rokok yang ada di hadapannya. Melihat Reyga yang seperti itu, ketiganya tahu kalau sahabatnya itu sedang kacau.
"Rey!" panggil Ardhan saat mereka sudah ikut duduk bersama Reyga.
Reyga hanya mengangguk sambil menghisap batang rokok yang ada di tangannya.
Mereka berbincang seperti biasanya. Sesekali Ardhan, Matteo dan Saver saling melempar tatapan. Ketiganya sama-sama tidak berani menegur Reyga saat laki-laki itu sedang kacau. Hingga akhirnya Matteo berani angkat bicara.
"Rey, belum kelar juga tuh?" tanya Matteo sambil menunjuk rokok yang ada di hadapan Reyga dengan dagunya.
"Tau Rey, sejak kita dateng, udah hampir 2 bungkus lo abisin, berhenti Rey, bahaya," ucap Saver mencoba mengingatkan Reyga.
Reyga tak bergeming.
Bugh!
Satu pukulan mendarat mulus di wajah Reyga. Membuat sebatang rokok yang ada di mulutnya terhempas.
"Apa-apaan lo Dan?" geram Reyga kepada Ardhan yang tiba-tiba memukulnya.
"Lo yang apa-apaan bangsat!" maki Ardhan sambil menunjuk-nunjuk Reyga dengan tangannya, "gue tahu lo ada masalah, tapi nggak gini caranya!" lanjutnya.
Matteo dan Saver menahan Ardhan agar laki-laki itu tidak memukuli Reyga lebih brutal lagi.
"Lo kalau ada masalah selesai in! jangan jadi pengecut!" bentak Ardhan lagi.
Sedangkan Reyga masih diam sambil memegangi sudut bibirnya yang sedikit robek karena pululan Ardhan.
"Gue udah sabar ngeliat tingkah lo kayak bocah gini! gue udah sabar lihat adek gue nangisin lo! gue nunggu Rey, kapan lo mau nyelesai in masalah lo! gue nggak punya waktu kalau cuma nunggu lo ngabisin semua rokok lo itu!" maki Ardhan tepat di depan wajah Reyga, "lo sadar nggak sih dia sayang sama lo! gue juga heran kenapa dia bisa suka sama pengecut kayak lo! bahkan sampai dia tahu lo belum move on pun dia masih sering cari tahu tentang lo!" lanjutnya membela adiknya itu.
"Kenapa lo diam huh?!" tanya Ardhan.
"Gue butuh waktu," ucap Reyga singkat.
Ardhan menggeram, "sampai kapan?!" laki-laki bertubuh tinggi itu siap memukul Reyga lagi jika tidak dihan oleh Matteo dan Saver.
"Gue butuh waktu, untuk ngikutin permainan Meliza, dan setelah itu gue bakal selesai in masalah gue sama Rara," jelas Reyga sambil meringis karena luka di bibirnya, "jagain Rara kalau gue nyakitin dia," lanjutnya mengulangi lagi perkataan yang pernah ia ucapkan kepada tiga sahabatnya itu.
•••
Hari ini, Rara berniat menemui Ardhan di kelasnya. Sebenarnya ia tidak ingin ke kelas abangnya itu, karena pasti ia akan bertemu Reyga di sana. Jika bukan disuruh bu Mayang untuk memberikan tugas, ia tidak mungkin berada di depan kelas 12 IPS 1 sekarang.
Suasana kelasnya begitu riuh, tidak ada guru membuat seisi kelas itu melakukan kegiatan sesuka mereka.
Dari dalam kelas, "Rey, Rara tuh," bisik Matteo yang membuat Reyga menoleh ke arah gadis yang sedang berdiri di depan pintu kelasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Relove [COMPLETED]
Jugendliteratur[COMPLETED] WELCOME BACK IN MY STORY!! --- Ketidaksengajaan menjadi awal pertemuan Rara dan Reyga. Sepasang manusia yang sedang belajar tentang cinta sedangkan yang satunya sedang belajar melupakan masa lalu. Sebuah cerita yang membuat sesuatu yang...
![Relove [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/227309949-64-k843296.jpg)