- New York-
"Istirahatlah." Ucap Gail saat mereka memasuki rumah mewah dengan gaya modern minimalis milik Gail. "Ini akan jadi kamarmu." Ujarnya.
"Gail,..." Ally menatap pria itu. "Terimakasih banyak." Ucapnya tulus. "Aku sungguh tidak tahu apa yang akan terjadi padaku selanjutnya, tapi aku berjanji tidak akan terus merepotkanmu." Imbuhnya.
"Ally, aku temanmu dan akan membantumu saat kau membutuhkan pertolongan. Untuk beberapa waktu beristirahatlah, terlalu banyak kejadian buruk yang kau alami." Gail mengusap lengan Ally lembut, kemudian meninggalkan gadis itu sendiri di dalam kamar. Dia berjalan keluar menuju kamarnya.
Setelah menutup pintu kamarnya Gail tampak menghubungi seseorang.
"Halo." Suara seorang pria terdengar di seberang.
"Robin." Balas Gail.
"Ya, apa kau menemukan sesuatu?" Tanya Gail lagi.
"Belum. Bagaimana kondisi Ally?" Robin terdengar cemas.
"Dia sudah beristirahat di kamarnya." Tutur Gail, dia menekan pangkal hidungnya. "Terimakasih sudah menghubungiku Robin."
"Hanya kau yang bisa menolong Ally saat ini." Robin memilih menghubungi Gail sebagai pihak yang netral, sebenarnya awalnya Robin ingin menghubungi Paul, tapi dia berpikir mungkin menghubungi pria itu hanya akan memperumit keadaan.
"Aku titipkan Ally padamu." Tutup Robin.
"Aku akan memberikanmu nomor telepon temanku, dia seoarng yang bisa diandalkan untuk menyelidiki kasus semacam ini." Ujar Gail.
"Terimakasih." Tutup Robin sekali lagi.
Pria brandalan itu rupanya tidak tega Ally hidup seperti mayat hidup, yang hanya bangun tidur, tidak bicara dengan siapapun, pergi bekerja lalu kembali dan tidur lagi. Entah sudah berapa hari dia tidak mau menyentuh makanan hingga tubuhnya kurus sekali.
Satu-satunya yang bisa menyelamatkan Ally adalah pergi dari kota itu, tapi Robin bukan pria kaya yang bisa membiayai semuanya. Dia bahkan tidak memiliki penghasilan tetap dari kesehariannya. Frustasi, ya,... tapi dia ingat bahwa Ally pernah diantar pulang seorang pria dan saat Robin hampir menghajarnya, Gail justru mengajaknya berdamai dan berbicara banyak. Gail bahkan menawarkan pekerjaan pada Robin sebagai salah satu penjaga toko perabotan rumah tangga milik temannya, meski pada akhirnya Robin menolak.
Kartunama Gail masih disimpan oleh Robin, hingga hari itu Robin memutuskan untuk menghubungi Gail dan menceritakan semua kejadian buruk yang menimpa Ally. Begitu mendengar apa yang terjadi pada Ally Wooden, Gail langsung terbang ke North Carolina hari itu juga.
Isi kepala Gail saat ini disesaki oleh pikiran tentang siapa yang mungkin menjadi dalang di balik pembunuhan Esme, juga apa motifnya.
_________________________________
KAMU SEDANG MEMBACA
Ally Wooden
RomantikKisah cinta seorang gadis biasa bernama Ally Wooden (tinggal di North Carolina) yang bahkan sejak kecil harus mengalami ketidakberuntungan karena ditinggalkan pergi untuk selamanya oleh sang ibu di usia delapan tahun dan ayahnya pergi untuk menikahi...
