Ally Wooden - Part 26

715 77 2
                                        

Setelah pertemuannya dengan Paul yang berujung ketidak jelasan, dilanjutkan dengan pertemuan dengan Gail di mana Ally pergi bahkan tanpa menyentuh kopinya sama sekali dan pagi itu, Jane datang ke toko milik Mrs. Zoe dengan berbagai hadiah mahal yang diberikan pada Mrs. Zoe.

Semua karyawan Mrs. Zoe datang untuk memberinya sambutan. Jane tampak ramah pada semua orang di ruangan itu tapi tidak pada Ally. Bahkan Jane sengaja membawa Hampers dengan jumlah kurang satu.

"Oh, maaf sepertinya aku salah menghitung, jadi Mss. Wooden tidak mendapatkan hadiah dariku dan tunanganku." Jane terlihat sangat senang mengintimidasi Ally.

"Sudahlah Mss. Monarez, apa yang kau berikan pada kami sungguh luar biasa." Ujar Mrs. Zoe.

"Baiklah, ini sebagai salam perpisahanku pada kalian semua." Tutup Jane, tatapannya pada Ally tidak pernah kembali ramah.

Layla datang mendekati Ally. "Kurasa wanita itu sengaja melakukannya."

"Sudahlah Layla, lagipula aku tidak ingin mempermasalahkannya." Ally tersenyum sekilas.

"Aku tahu pria yang menjemputmu semalam adalah tunangannya." Layla berbisik dan mata Ally membulat, dia segera membekap mulut Layla. "Jangan katakan apapun pada siapapun."

"Ally, kau benar-benar bermain api."

"Aku akan mengatakannya tapi tidak sekarang." Ally berbisik sebelum akhirnya mereka berpisah.

***

Ally sedang membereskan sisa-sisa pekerjaannya dan bersiap pulang saat Layla datang menghampirinya.

"Katakan padaku, apa yang terjadi denganmu dan pria kaya itu." Desis Laylya.

"Layla,..." Ally mendongak menatapnya, dia segera menarik tangan Lyalya ke balkon lantai dua toko kue milik Mrs. Zoe.

"Layla kumohon jangan membahasnya lagi." Ucap Ally begitu mereka tiba di balkon.

"Ally, aku temanmu dan aku tahu kau seperti mayat hidup setelah pria itu pergi dari kota ini." Desak Layla.

"Ally,..." Ally bertolak pinggang, dia tampak mengigit bibirnya yang bergetar.

"Paul Walton,..." Ally menelan ludah. "Aku mencintainya, tapi sulit bagiku untuk memperjuangkan itu. Meskipun kupaksakan, aku mungkin akan berakhir sepertimu." Ucap Ally setelah dia bisa menenangkan diri. Dia bergegas meninggalkan Layla dan pergi dari tempat itu segera.

Hal yang paling dia inginkan adalah membereskan pekerjaannya dan kembali kerumahnya. Menyembunyikan diri dari kenyataan dan bergulung di balik selimut adalah hal terbaik yang bisa dia lakukan.

***

Sepuluh menit setelah kejadian itu, Layla tampak melintas tapi tidak menyapa Ally. Mungkin saja ada perkataan Ally yang menginggungnya, tapi Ally tidak mencoba memikirkannya. Menjejalkan hal rumit lain dalam kepalanya hanya akan membuat itu semakin penuh dan meledak suatu ketika. Jadi dia memilih untuk mengambil tasnya dan keluar dari toko kue milik Mrs. Zoe dengan cepat.

Ally WoodenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang