40. Mulai Bergerak

2K 391 120
                                        

Setelah memastikan semua anggota keluarganya berangkat bersama dua rekan kepercayaan untuk mengawal, maka Anggra membawa Werel kembali ke apartemen gadis itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah memastikan semua anggota keluarganya berangkat bersama dua rekan kepercayaan untuk mengawal, maka Anggra membawa Werel kembali ke apartemen gadis itu. Perasaan was-was masih saja menghantuinya, jika berbicara tentang Aidan, maka tidak ada yang tidak mungkin, untuk itu semua rasa khawatir yang berputar-putar di kepala Anggra sungguh sangat beralasan.

"Kalo lagi ketakutan gini, lo kayak bukan Anggra," Werel berbicara dengan mata menatap keluar jendela mobil, Anggra hanya menoleh sekilas namun tak menjawab karena ia tidak punya kalimat apapun untuk membalikkan perkataan Werel.

"Gue jadi berpikir ulang untuk manggil lo jagoan." tanpa sadar Anggra tersenyum tipis karena candaan ringan Werel, gadis itu segera memutar tubuhnya untuk melihat wajah Anggra dengan seksama.

"Ternyata dibalik sifat keras kepala dan emosian lo itu, terselip jiwa penyayang yang hangat. Tolong jangan baper karena gue hanya mencoba untuk jujur akan penilaian gue." Werel dengan cepat menyambung kalimatnya sebelum Anggra merespon, namun lelaki itu justru tertawa.

"Gue udah kebal sama lo, Rel." jawabnya dengan mata masih berfokus ke jalan.

Alis Werel berkerut, terlihat bingung. "Kebal? Dari?"

"Dari sifat lo yang blak-blakan dan suka bikin orang salah tingkah. Gue udah kebal, jadi gue nggak akan baper lagi." jawabnya santai.

Ada sedikit perasaan tidak enak yang terselip di hati Werel, lalu sebuah pertanyaan terlintas dalam benaknya,

Apakah selama ini dirinya terlalu sering mempermainkan Anggra sehingga lelaki itu menjadi kebal?

Ketika seseorang sudah kebal akan sesuatu, berarti orang tersebut sudah beradaptasi dan terbiasa.

Terkadang, terbiasa itu tak selalu baik, karena ada terbiasa yang akan mengantarkan pada suatu titik yang disebut pemakluman. Dan seringkali pemakluman terdiri dari rasa lelah untuk mengerti hingga akhirnya menyerah.

Gampangnya, menyerah yang dibalut sedemikian rupa dalam bentuk pemakluman karena sudah terbiasa.

Werel, tidak suka Anggra menyerah.

Tak terasa mobil jeep yang sering Werel ejek seperti mobil penjahat karena body-nya yang lebar dan besar, terparkir sempurna di basement apartemen Werel. Si pengemudi turun dalam diam tanpa menghiraukan gadis itu karena ia sudah terlalu lelah.

Di dalam lift pun Anggra terlihat bersandar dengan memejamkan matanya. Tepat ketika pintu lift berdenting tanda mereka telah sampai di lantai unit milik Werel, gadis itu menahan tangan Anggra yang sudah siap untuk melangkah keluar,

"Anggra, jangan kebal sama gue.." sejak masih dijalan ia mencoba merangkai kalimat, namun baru detik ini Werel membulatkan tekad untuk mengutarakannya.

"Karena gue suka, kalo lo ngerasa salting sama gue."

Begitu saja, Werel melepas genggaman tangannya dan berlalu meninggalkan Anggra tepat di depan lift dengan ribuan pertanyaan di kepala.

THE ANGEL NUMBER 110Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang