Pertemuan antara Blackpink dan Bangtan dibalut dengan variety Show bertajuk Idol Roomate With Blackpink & Bangtan.
•LIZKOOK
•TAENNIE
•JIROSE
•JINSOO
Untuk 3 rapper Bangtan aku masih mikir untuk ship sama siapa but aku udah siapin untuk kalian jadi s...
Tolong tekan 🌟 agar author semangat membuat cerita & Comment juga yaa, semangat membaca💞
"Aku harus meminta maaf pada Taehyung karena kesalahanku padamu" ucap Kai.
"Tidak oppa.. tolong rahasiakan, aku tak ingin Taehyung membencimu, tolong rahasiakan hanya untuk kita berdua" ucap Jennie dengan paniknya ia mengusap jejak airmatanya kasar.
"Tapi setidaknya aku harus meminta maaf padanya" ucap Kai tersenyum dengan tulus.
"Semoga kau bahagia Jennie-ya.. Taehyung sungguh beruntung memilikimu ,begitupun kau yang sangat beruntung memilikinya" ucap Kai memegangi dadanya yang terasa sesak.
"Aku takkan mengganggu kehidupan kalian, mianhaeyo dan gomawoyo Jennie-ya" ucap Kai memutus sambungan telepon nya sepihak.
Kai tampak membuka kartu perdana nya dan memotong kartu itu menjadi dua bagian. Apapun itu ia sungguh tak ingin berhubungan dengan Jennie dan ingin melupakan gadis itu.
Jennie menangis sesegukan ditengah malam, entah mengapa rasanya sangat menyakitkan sekaligus melegakan.
Sementara itu Jisoo yang kebetulan terbangun dari tidurnya dan ingin kedapur untuk mengambil air tertahan karena mendengar Jennie menangis.
"Kau sudah memikul beban yang sangat berat Jennie-ya" batin Jisoo ikut menitikkan airmata nya ketika Jennie menangis.
"Aku Eonnie yang tak berguna, membiarkanmu menderita seperti ini" batin Jisoo menahan diri untuk tak menangis.
Jisoo tak pernah menangis didepan para anggota nya, kecuali salah satu dari mereka ada yang kesulitan atau menderita. Jisoo tak pernah menangisi kehidupan nya, menurutnya melihat orang lain kesulitan jauh lebih menyakitkan daripada hidupnya sendiri. Itulah alasan nya mengapa Jisoo jarang menangis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keesokan harinya Lisa berniat untuk bertemu dengan Bokyung disebuah cafe terkenal dengan kopi nya yang enak.
Ini bukan masalah pekerjaan atau apa, mereka bertemu untuk membicarakan investasi real estate.
"Berapa lagi yang harus aku bayar oppa?" Tanya Lisa meneguk capuccino cincau nya eh maksudnya es cappucino dengan whipped cream diatasnya yang baru saja ia pesan.
"Sama seperti sebelumnya" ucap Bokyung sangat tenang menyeruput hot americano yang ada didepannya. Lisa pun mendelikkan mata nya.
"1 miliar won untuk rumah seperti apa oppa?" Tanya Lisa tak mengerti.
"Ini Seoul Lisa bukan Bangkok ataupun pulau Jeju.. membeli rumah disini sangat sulit bahkan terasa tak mungkin" ucap Bokyung dengan wajah nya yang datar.
Bokyung pun membuka iPad nya dan memperlihatkan bentuk rumah yang sangat Lisa inginkan. Rumah berukuran sedang dengan halaman yang sangat luas serta ada kolam renangnya, itu sangat Lisa inginkan jika orangtua atau sanak saudaranya yang berkunjung tak harus menginap di hotel lagi.