Episode 41 - Break

1.9K 119 2
                                        

Tolong tekan 🌟 agar author semangat membuat cerita & Comment juga yaa, semangat membaca💞






"Yeoboseo?" Sapa Rose suara nya sedikit kikuk.

"Bisakah kita bertemu sekarang? Aku sudah menunggumu dicafetaria yang tadi" ucap Jimin diseberang sana, Rose dapat mendengar suara ombak yang tengah beradu dengan bibir pantai disana.

Rose tak menjawabnya, ia segera mematikan telepon itu dan segera bersiap-siap memakai alat penyamaran.
Tetapi hatinya sedikit tak enak meski ia tetap memaksa untuk pergi menghampiri Jimin.

Rose melihat obsidian tubuh Jimin yang sedang mengarah pada Jembatan Gwangan yang sangat indah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rose melihat obsidian tubuh Jimin yang sedang mengarah pada Jembatan Gwangan yang sangat indah.
Ia sedikit tertegun setelah menyadari betapa rindu nya Rose pada pria itu.
Rose masih bergelut dalam pemikiran nya hingga akhirnya Jimin memutarkan tubuh dan mendapati Rose yang tengah mematung disana.

"Kemarilah" ucap Jimin tersenyum tipis, akhirnya Rose memberanikan diri dan mendekatinya.

Jimin membuka maskernya, sehingga menampilkan wajah tampan meski banyak guratan-guratan sedih disana.

"Kenapa kau memanggilku?" Tanya Rose setelah sekian lama Jimin menatapnya, Rose merapalkan doa. Semoga pertemuan ini pertanda baik untuk hubungan nya dengan pemuda itu.

"Ini handphone mu" ucap Jimin memberikan handphone Rose bercase merah marun itu. Rose merautkan wajah kebingungan, tetapi ia tak bertanya mengapa pada Jimin dan hanya menukarkan itu dengan handphone hitam milik pria nya.

"Aku menyetujui kalau kita harus break" ucap Jimin.

Seketika itu pula dada Rose seperti tertusuk oleh ribuan panah.
Lututnya melemas, ia sungguh tak sanggup hingga meneteskan air mata ketika wajahnya masih terbalut masker hitam.

"Aku tersadar harus membenahi sikapku padamu yang sudah melewati batas Chaeyoung-ah" ucap Jimin membuat Rose terisak dalam diamnya. Jimin tau ini menyakitkan, ia berusaha sekuat mungkin untuk tak menitikkan airmata juga.

"Aku bersumpah akan lebih baik untuk kedepan nya" ucap Jimin suaranya bergetar.

"Tetapi aku tidak bisa menentukan kapan akan berakhir semua ini Chaeng, maafkan aku" ucap Jimin menundukkan pandangannya ,menahan agar cairan sialan itu tak keluar dari tempatnya.

"Terlepas dari itu semua aku sangat menyayangimu.. terimakasih untuk setiap cinta tulus yang sudah kau berikan pada pria sepertiku" ucap Jimin memandangi gadis yang tak berbicara sepatah katapun padanya.

Tanpa sadar ia melangkah maju untuk memeluk dan mengecup puncak kepala gadis itu beberapa kali, sebelum ia beranjak pergi dan meninggalkan Rose sedirian.

"Maafkan aku" kata itulah yang keluar dari bibir Jimin sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan Rose disana.

Rose hanya bisa terdiam dengan airmatanya yang mengucur dengan deras, memandangi punggung pria itu yang mulai menjauh darinya.
Hingga akhirnya Rose semakin terisak setelah pria itu benar-benar pergi tanpa menoleh sekalipun padanya.

IDOL ROOMATE WITH BLACKPINK & BANGTANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang