Episode 53 - Lisa, Can You Hear Me?

1.7K 128 2
                                        

Tolong tekan 🌟 agar author semangat membuat cerita & Comment juga yaa, semangat membaca💞





Flashback on :

Setelah menerima telepon dari Jennie, Lisa mengembalikan handphone berwarna silver itu ketempat nya semula.

Perutnya keroncongan meminta untuk diisi, akhirnya dengan sangat terpaksa Lisa makan makanan yang ia beli tadi sendirian.

Setelah makan Lisa kembali ke kamarnya. Menatap sekeliling kamar tidak tahu harus melakukan apa setelah ini.

Jam dinding menunjukkan pukul 8 malam, Lisa belum mengantuk— memilih untuk duduk dipinggiran kasurnya sambil merogoh sesuatu.

Lisa menatap bunga Lily yang sudah menggepeng, membuat hiasan indahnya itu untuk menjadi gantungan kunci.
Ia begitu telaten membuat bolongan diatasnya dan memasukkan lingkaran kawat agar bunga Lily nya bisa ia bawa kemana-mana.

"Apa i-Pad ku itu masih bisa hidup?" Gumam Lisa bertanya pada dirinya sendiri.

Sebenarnya saat di thailand dulu, Lisa mempunyai i-Pad yang diberikan oleh sang Daddy. Dan membawa i-Pad kesayangan nya itu hingga ke Korea.

Lisa mencari i-Pad berwarna putihnya itu diatas lemari. Benar saja, i-Pad keluaran lama tersebut masih ia simpan baik-baik— meski sudah sangat usang.

Mungkin ia sudah tidak menyalakan i-Pad nya itu selama lebih dari tiga tahun. Lisa berhenti memakai nya ketika akan debut, dan melupakan i-Pad nya itu.

"Astaga, sampai berdebu" gumam Lisa mencebikkan bibirnya, ia mengusap i-Pad nya itu dan membuat ia sendiri terbatuk karena debu yang berterbangan.

Ia mencharger nya terlebih dahulu dan setelah dirasa sudah cukup terisi Lisa mencoba mengaktifkan i-Pad nya.
Tangan cerobohnya membuat benda pipih besar itu terjatuh kelantai, hingga membuat retakan kecil dibagian layarnya.

"Kenapa bisa jatuh sih" Lisa merutuki dirinya sendiri.

Saat i-Pad nya benar-benar menyala, alangkah terkejutnya Lisa ketika mendapatkan banyak sekali voice note dan pesan dari banyak orang. Padahal nomor yang tertancap di i-Pad nya itu sudah lama sekali, hebat jika orang-orang masih menyimpan nomor lama nya.

"Bambam" gumam Lisa.

Hey! Are u okay? Nomormu yang baru tidak aktif meski aku sudah meneleponmu ribuan kali. Dan nomor inilah satu-satunya harapanku, tolong dengarkan suaraku yang indah ini.

Lisa sedikit mengulas senyumnya, ia baru ingat. Saat trainee hanya orang tua dan teman-teman di Thailand yang mempunyai kontaknya.

Gadis itu menekan voice note dari Bambam terlebih dahulu.

Lisa-ya, gwenchana? Ada rumor bertebaran jika kau dipukuli seseorang. Mommy dan Daddy meneleponku membuat aku frustasi, kumohon segera hubungi aku dan katakan kau sedang baik-baik saja. Arraseo?

Lisa terkekeh karena nya, suara Bambam yang mencicit mengingat kan nya pada seekor tikus.

"Astaga bocah tengil itu. Ah jadi kau bisa mengkhawatirkan ku ya" lirih Lisa.

Darimana Bambam tahu jika Lisa tengah terkena masalah, apakah teman semasa kecilnya itu seorang cenayang?.

Lisa kembali melihat-lihat pesan yang masuk ke dalam i-Pad nya itu, lalu menemukan pesan suara dari Minnie— sahabat Thailand nya yang sudah ia anggap adik sendiri.

Eonnie.. bisakah kau mengangkat teleponku tolong? Banyak yang bilang kau dipukuli orang apa itu benar? Aigoo kalau benar ayo kita pukul orang itu lagi. Ayo kita pulang ke Thailand bersama-sama, ayo kita ke Phuket dan bersenang-senang— aku akan menunggu jawabanmu Eonnie”

IDOL ROOMATE WITH BLACKPINK & BANGTANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang