20. Liburan

271 65 29
                                        

Setelah acara ulang tahun Leedo, tidak ada banyak hal yang terjadi. Tapi aku merasa aku harus menjauhinya. Ia egois, saat menikah ia bilang ia hanya memanfaatkanku, lalu terhitung belum tiga bulan menikah ia bilang ia mencintaiku. Aku benci seseorang yang tidak konsisten, jadi aku memilih untuk memutuskan semua hubunganku dengannya. Aku hanya mendampinginya pada saat acara tertentu, di luar itu aku tidak mau bertemu dengannya sama sekali.

Musim gugur datang dan cuaca semakin dingin. Saat seperti ini kami harus memastikan para rakyat memiliki persediaan yang cukup untuk musim dingin mendatang. Musim gugur yang tenang ini berlalu begitu saja tanpa ada kejadian khusus. Aku tetap bekerja seperti biasa, dan berlatih seperti biasa dengan Seoho.

Seolah untuk melengkapi musim gugur yang tenang ini, tidak ada juga bencana atau kecelakaan yang menimpa Leedo. Jadi tiga bulan ini sungguh berlalu dengan tenang. Kalau dipikir-pikir, sudah lebih dari enam bulan aku menikahi Leedo. Waktu berlalu begitu cepat dan tanpa terasa aku sudah bertambah umur secara resmi satu tahun.

Karena aku telah menjadi Ratu, perayaan ulang tahunku sangat mewah. Tidak seperti biasa yang hanya ada orang terdekat, kali ini rasanya seluruh penjuru kerajaan ikut senang saat aku ulang tahun. Apakah aku boleh mengatakan bahwa aku telah menjadi Ratu yang dicintai rakyatnya? Aku berharap begitu.

Kamarku menumpuk banyak hadiah. Mulai dari kain sutra, pakaian terbaik, perhiasan berkilauan, barang-barang pajangan, bahkan buku dari luar negeri juga ada. Untuk pertama kalinya aku sangat senang dengan ulang tahunku. Hari yang penuh angin ini jadi terasa cerah. Padahal sebentar lagi musim dingin akan datang, tapi aku senang banyak yang merayakan ulang tahunku.

Sebagai hadiah ulang tahunku, Leedo kali ini berkeras mengajakku bulan madu. Aku tidak ingin ke villa kerajaan karena rasanya itu adalah tempat liburan Leedo dan Lily, jadi aku menerima ajakannya asal bukan ke sana. Aku ingin pergi ke tempat yang tinggi untuk menenangkan diri dan melihat pemandangan yang bagus. Karena itu Leedo langsung menyiapkan tempat tinggal di atas sebuah bukit.

Seminggu setelah ulang tahunku, alias seminggu yang begitu menyibukkan dan dipenuhi pekerjaan, aku mulai mengepak barang yang akan aku bawa. Tidak banyak, karena katanya di sana sudah disiapkan barang-barang keperluanku. Jadi aku hanya tinggal mengepak barang satu malam sebelumnya, besoknya barang bawaanku sudah selesai.

Aku memakai pakaian hangat pagi ini. Sebenarnya tidak ada juga yang pergi liburan di awal musim dingin seperti ini. Aku pun tidak pernah kepikiran akan liburan pada saat musim dingin datang. Tapi rasanya menyenangkan juga untuk mencari suasana baru. Walaupun sebenarnya tidak menyenangkan juga dengan siapa aku berliburan.

"Sudah siap untuk berangkat, Ratu?"

Selepas sarapan pagi-pagi sekali, aku dan Leedo langsung menuju perkarangan istana. Sudah ada dua kereta kuda. Satunya pasti ditujukan untuk aku berdua dengan Leedo sementara yang satu lagi adalah para dayang dan juga barang-barang.

Aku mengangguk. "Sudah, Yang Mulia."

Leedo mengulurkan tangannya dan langsung aku sambut. Ia membantuku untuk naik ke kereta kuda. Untungnya untuk liburan kali ini aku tidak memakai gaun yang terlalu mewah, hanya gaun sederhana yang hangat dan nyaman. Jadi aku bisa melalui perjalanan ini dengan nyaman aku rasa.

Aku tidak yakin apakah aku bisa menghabiskan waktu hanya berdua dengan Leedo di kereta kuda yang teknisnya tertutup dan lebih kecil daripada ruangan mana pun di istana. Aku pun tak yakin apakah aku bisa menghabiskan waktu dengannya untuk berjam-jam ke depan. Aku pura-pura tidur saja apa?

"Akhirnya ada waktu juga untuk kita liburan ya," ucap Leedo saat kereta kuda mulai berjalan.

Aku meliriknya sebentar sebelum kembali menatap keluar jendela. Suasana jalan sepi karena ini masih pagi sekali dan tidak ada juga yang mau berkeliaran di hari yang sedingin ini.

ANSWER (ONEUS & ONEWE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang