Vote dulu ya sayang
Tolong koreksi jika ada typo
Selamat membaca!
-oOo-
Pagi ini Bara datang pukul 6.45 segera duduk di kursi kosong paling belakang, tepatnya sebelah Bayu.
“Tumbenan lo udah dateng,” ujar Bara menoleh pada yang ia tanya.
“Barengan sama anak AP, jadwal piket katanya,” jawab Bayu. See? Bayu tetap Bayu. Jiwa Fakboi dalam dirinya susah hilang meskipun tunduk dengan gadis seperti Aya.
“Masih aja, katanya fokus ke Aya,” sindir Bara terkekeh.
“Perasaan mah fokus. Tapi tetep aja lah, sehari gak sama cewek, susah hidup gue,” eluh Bayu ikut terkekeh. Memang sudah menjadi kebiasaan mungkin untuknya.
“What's up Bruh!” seru Ijat dengan Danel bersamaan saat memasuki kelas.
Keduanya langsung sibuk melihat Galuh dan Wildan yang tengah bermain game online. Pras datang dan langsung duduk di bangku depan Bayu, mepet tembok kesukaannya..
“Gue denger, Aya mantannya Bams,” ujar Pras. Tidak biasanya lelaki itu memulai perghibahan mereka. Karena biasanya Ijat, Wildan atau Galuh yang memulai.
“Bams siapa?” bingung Bayu menyandarkan punggung ke kursi.
“Anak sepuluh TSM 2,” jawab Pras.
Mata Bayu membulat terkejut, tubuhnya seketika tegak. “Demi apa?!” raungnya tidak percaya.
Seruannya langsung mendapat sorotan dari semua teman mereka, termasuk sohibnya yang tengah bermain game.
Bara biasa saja karena memang dirinya sudah mengerti dari kemarin. Ia memilih diam dan mengikuti alur cerita Pras.
“Serius,” ucap Pras meyakinkan. “Dan itu cowok proses ngajak balikan sama Aya,” sambungnya.
Bayu langsung menjambak rambutnya frustrasi. Apa-apaan ini pikirnya. “Arrghh kenapa gue baru tau anjing,” ujarnya tidak percaya.
Pras mengangkat bahunya acuh kemudian berkata, “Gue aja tau dari temen gue anak TBSM 4.”
“Emang kenapa? Gebams musuh besar buat lo?” tanya Bara.
“Kagak juga sih, cuma sebel aja gua. Gara-gara dia gue gak jadi masuk kejuaraan takro,” dengus Bayu kemudian mengacak rambutnya.
“Pantesan sih, gue kaget tiba-tiba lo tersingkir gitu aja,” kekeh Bian entah sejak kapan bergabung.
“Tapi menurut gue mereka cocok sih,” lanjut Bian tidak menghiraukan Bayu yang saat ini mulai emosi.
“Lo temen siapa sih?!” sentak Bayu tidak santai. Alisnya menukik tajam.
Ketiganya tertawa, sangar juga Bayu kalau marah. “Canda, Bay, selo napa,” guyon Bian terkekeh.
“Sialan. Jangan sampe Aya mau balikan sama itu cowok,” ucap Bayu monolog.
“Uhuy sekali, ghibah apa ini wahai para pemuda,” celetuk Ijat duduk menyempil diantara Pras dan Bian.
“Sialan lu! Sempit Cok!” bentak Bian. Ia sangat kesal dengan kebiasaan Ijat yang suka mengempil. Dengan kesal ia bangkit dan mengambil kursi lain, entah milik siapa.
“Ghibah apaan? Kan biasanya yang punya bahan ghibah gue?” tanya Ijat menghiraukan Bian yang kesal.
“Lo ganggu sih, jadi gak asik ghibahnya,” sahut Pras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistakes [END]
Teen FictionAya Lusya Wardina cantik orangnya, siapa aja bakal ngincer dia jadi pacarnya. Sayangnya dia galak, jutek, songong, sombong dan masih banyak lagi sifat angkuhnya. Dibalik itu kalo udah temenan sama dia pasti paham sifat asli dia; baik banget. Aya lu...
![Mistakes [END]](https://img.wattpad.com/cover/204494153-64-k111632.jpg)