RTD 1

23.3K 656 22
                                        

“Cintai Tuhanmu terlebih dahulu, maka segala cinta lain akan menemukan jalannya.”

Tasya Alhaira Putri

~~~

Fajar perlahan mengintip dari balik horizon kota itu. Sinar lembutnya menembus jendela, menyapu perlahan tubuh seorang perempuan yang tengah bersiap menyambut hari.

Hari Ahad.

Bagi kebanyakan orang, Ahad adalah hari istirahat, hari untuk rebahan, atau bercengkerama dengan orang tersayang. Namun tidak bagi Tasya.

Di kamar sederhana itu, ia merapikan kerudungnya dengan jemari gemetar yang samar. Tidak terlihat oleh siapa pun—kecuali oleh Tuhan yang Maha Mengetahui isi dada.

Gadis.

Mungkin sebutan itu kini tak lagi pantas.

Ia adalah seorang istri.

Namun… terasa seperti tidak pernah benar-benar menjadi seorang istri.

Ceklek.

Pintu kamar terbuka. Seorang lelaki melangkah masuk dengan sebuah kitab dalam genggaman. Wajahnya teduh, auranya tenang, namun sikapnya… dingin.

“Ngapunten, gus,” ucap Tasya lirih. “Mau saya ambilkan minum?”

Laki-laki itu bahkan tak memandang.

“Tidak.”

Satu kata. Cukup.

Namun rasanya seperti seribu jarum menancap di dada Tasya.

Ia menunduk. Menguatkan senyum yang hampir runtuh.

“Baik, gus. Kalau begitu saya pamit mengajar,” ujarnya seraya meraih tangan sang suami dan mencium punggungnya dengan hormat.

Tak ada yang menahan.

Tak ada tanya.

Tak ada harap.

“Hm.”

Hanya itu jawaban yang ia terima.

“Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Sunyi.

Namun setelah pintu tertutup, lelaki itu berdiri terpaku.

Matanya memandang pintu yang kini membatasi dirinya dengan wanita yang telah sah menjadi miliknya—namun tak pernah benar-benar ia miliki.

“Aku minta maaf, Humairoh…”

Suara itu tidak terdengar, hanya teredam di rongga dada.

“Aku tahu aku menyakitimu. Aku tahu sikapku membuatmu lelah… hingga suatu hari kau akan pergi.”

Ia mengepalkan tangan.

“Aku sadar risikonya, ya Humairoh… tapi inilah satu-satunya caraku menyelamatkanmu. Aku tak berhak menahannya, mutiara terindahku…”

Rembulan Terbelah Dua {Ning Tasya}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang