~~~
Rasanya berat banget buat menghadapi ini semua. Namun aku akan mencobanya.
Tasya alhaira putri
~~~
Ning tasya berjalan menuju kamar tidurnya yang berada di tengah ndalem pesantren almarhum abinya.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka dari depan ning tasya memasuki kamarnya dan menutup pintu serta mengunci kamarnya. Setelah itu ia berjalan ke sofa yang berada di kamarnya..
"Aku harus ngambarin ke umma kalo aku nginep" dialognya
Ning tasya mengambil hpnya di meja yang dari tadi ia tidak pegang..
"Astagfirulloh"
"Mas al kenapa telpon ampe 5 kali ya, aku telepon umma dulu deh ngabarin"
Umma quen 2
"Assalamu'alaikum umma" ucap ning tasya
"Wa'alaikumsalam sya"
"Umma sya kemungkinan dua hari ini ngga pulang ya" ucapnya
"Loh kenapa sya?"
"Kamu ada masalah sama al?" Tanya umma
"Eh ndak um sya cuman kangen ama ummi udah lama ndak ketemu" ucap ning tasya tersenyum ketir
"Oo iya udah kirain kenapa"
"Iya um maaf ya sya baru sempet ngabarin"
"Iya ndak papa nduk umma ngerti kok pasti kamu kangen udah lama ndak ketemukan" ucap umma
"Iya um"
"Ya sudah ya udah dulu salam buat ummi mu, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam umma" jawab ning tasya
Tutut..
"Huuu"
Mas al
"Assalamu'alaikum mas" salam ning tasya
"Wa'alaikumsalam humai akhirnya" ucap gus al
"Kenapa mas telpon mai ampe 5 kali?"
"Ndak kok mas cuman kangen aja"
'He kengen apa iya' ucap ning tasya dlm hati
'Astagfirulloh' 👆
"Mas jangan gitu nanti ada citra di sana" lirih ning tasya
"Ndak mai mas lagi di luar, beli makan" ucap gus al
"Oo" lirihnya
"Sayangnya mas udah makan?"
'Kenapa hatiku malah sakit mendengar itu' ucap ning tasya dalam hati
"Udah kok" ucap ning tasya malas
"Mas udah dulu ya mai mau chas hp" ucap ning tasya
"Eh"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rembulan Terbelah Dua {Ning Tasya}
Spiritual(PROSES REVISI) ''Allah tak pernah mengambil cintanya... Dia hanya memindahkannya ke tempat yang lebih aman'' Terpaksa menikah karena permintaan terakhir sang abi mungkin masih bisa di terima oleh para wanita, tapi bilang di poligami tidak ada satu...
