Ada doa yang tak lagi diucapkan dengan suara.
Ia mengendap di dada…
menunggu waktu untuk diserahkan kepada Tuhan.
Tasya pernah percaya, bahwa pernikahan adalah doa paling panjang.
Bahwa cinta adalah ibadah yang selalu menemukan jalannya ke surga.
Bahwa seorang wanita cukup bersabar… maka Allah akan mengganti segalanya.
Namun hidup tidak selalu berjalan seperti ayat yang dibaca tanpa jeda.
Ia kehilangan rumah bukan karena kematian.
Ia kehilangan suami bukan karena perceraian.
Ia kehilangan dirinya… karena terlalu lama menjadi kuat.
Dan ketika Tuhan mengambil segalanya…
Allah tidak membiarkannya kosong.
Dia memberinya sepasang tangan kecil yang memanggilnya ''Ammah''…
dan doa-doa sunyi yang menjaganya di malam hari.
Kadang…
Allah menghancurkan hidupmu bukan untuk mengakhiri cerita.
Tapi untuk memulai takdir yang lebih lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rembulan Terbelah Dua {Ning Tasya}
Espiritual(PROSES REVISI) ''Allah tak pernah mengambil cintanya... Dia hanya memindahkannya ke tempat yang lebih aman'' Terpaksa menikah karena permintaan terakhir sang abi mungkin masih bisa di terima oleh para wanita, tapi bilang di poligami tidak ada satu...
