"SANHA-YA!!" Teriak Umji yang mulai berlari menghampiri setiap ruangan yang ada dirumah Sanha itu.
Saat Umji memasuki dapur, langkahnya tiba-tiba terhenti, matanya seperti akan keluar dari tempatnya. Jantungnya bahkan terasa seakan berhenti untuk sesaat.
Sekarang ini terpampang dihadapannya, seseorang yang memakai pakaian panjang selutut yang berwarna putih dengan wajah berwarna putih pula. Seseorang itu sedang menatap Umji yang membuat gadis itu hampir terkena serangan jantung.
"Umji-ya?" Tanya orang itu dengan suara yang sangat Umji kenal.
Akhirnya Umji bisa bernafas lega sambil mengelus dadanya.
"A-apa yang sedang kau lakukan?" Bukannya menjawab, ia malah kembali bertanya.
"Aku lapar karena sudah beberapa hari ini aku belum makan apa-apa,"
"Lalu kenapa kau memakai pakaian serta masker seperti itu?"
"Aku belum mencuci baju jadi aku memakai pakaian Ibuku dan soal masker ini... aku juga butuh perawatan,"
Umji menatap pria itu dengan tatapan tak percaya. Bisa-bisanya dia bertingkah seperti itu saat Umji merasa gelisah karena sempat tak menemukannya serta hampir saja terkena serangan jantung karena mengira sedang melihat hantu.
Umji menghembuskan nafasnya sembari menghilangkan rasa kesalnya. Gadis itu kemudian mendekati meja dapur dan mulai mengotak-atik ruangan itu hendak memasak sesuatu.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Sanha.
"Memasak,"
"Memangnya kau bisa memasak?"
"Paling tidak kau tidak mati kelaparan," baru saja Sanha membalas ucapan gadis itu, Umji sudah memotongnya dengan berkata, "duduk atau aku akan memukul kepalamu!" Sanha hanya bisa mengangguk sambil beranjak pergi ke ruang makan.
Setelah bertarung dengan alat-alat dapur yang sebelumnya tak pernah ia sentuh, akhirnya ia bisa menghasilkan sesuatu. Yah walaupun itu hanya sebatas ramyeon. Dengan perasaan bangga Umji membawakan makanan buatannya itu ke ruang makan dan menaruhnya dengan penuh hati-hati di depan Sanha.
"Aku kira kau akan memasak sesuatu yang enak, kalau hanya ramyeon aku juga bisa," ucap Sanha sambil menggerakkan tangannya mengambil sumpit.
"Makan atau aku akan-"
"Akan memukul kepalaku. Ya ya ya aku tau itu," Sanha mulai mengambil ramyeon dan meniupnya. "Dasar gadis galak! Bagaimana bisa Jungkook menyukaimu?"
Baru saja Umji membuka mulutnya untuk membantah ucapan Sanha, tiba-tiba mulutnya di sumbat dengan suapan ramyeon yang membuatnya terkejut sekaligus tak bisa berkata apa-apa.
"Makanlah! Kau cerewet sekali!" Ucap Sanha lalu kembali mengambil suapan kedua untuk dirinya.
Umji diam sambil menatap pria yang ada dihadapanya itu. Tak lupa dengan mulutnya yang masih berusaha mengunyah ramyeon.
Setelah puas dengan beberapa suapan, Sanha meletakkan sumpitnya dan kemudian menatap Umji yang sedari tadi diam.
"Aku... minta maaf!" Sanha terkejut saat Umji lebih dulu mengucapkan kalimat yang baru saja ingin ia ucapkan.
Gadis itu menunduk, tangannya meremas ujung bajunya yang menandakan bahwa ia sedang gugup.
"Aku tau aku salah, aku tak seharusnya mengabaikanmu dan mementingkan orang lain yang baru saja hadir dalam hidupku. Aku tau aku egois dan aku... minta maaf," ucap Umji lagi yang tak berani menatap pria itu.
Sanha tersenyum simpul, ia kemudian beranjak dari kursinya dan mendekati sahabat sekaligus orang yang paling ia cintai itu. Sanha berjongkok kemudian memutar kursi Umji agar dapat berhadapan dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not a Bad Girl [End]
Teen FictionJUDULNYA DI GANTI YGY HEHE TAHAP REVISI PERHATIAN!!!!!!!! DILARANG MEMBAYANGKAN UMJI YANG ASLINYA IMUT NYA KAYAK SAYA. BAYANGKAN SAJA UMJI SEPERTI YANG DI COVER OK? CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA, JADI KALAU ADA KESAMAAN DALAM UNSUR APA SAJA...
![Not a Bad Girl [End]](https://img.wattpad.com/cover/179242646-64-k364121.jpg)