16. The Reason: Accident

674 104 14
                                        

Canada, 3th years ago.

"Papa!"

Jungkook yang baru saja memasuki rumahnya itu tersenyum lebar menyambut tiga anak yang berlari kencang ke arahnya.

"Papa!"

Jungkook berjongkok sambil merentangkan tangannya. Tiga bocah itu langsung masuk dalam pelukannya dan Jungkook memberikan masing-masing mereka satu kecupan di puncak kepalanya.

"Astaga, anak-anak papa. Senang sekali papa pulang, hum?"

"Papa, mana coklatnya?"

"Strowberynya mana papa?"

"Pelmen papa! Pelmen!"

Jungkook terkekeh mendengar permintaan ketiga bocah yang berada di pelukannya.

"Ya Tuhan. Jadi kalian mau hadiah, hum?"

"Anak-anak, biarkan papa mandi dulu. Papa bau, loh."

Jungkook tersenyum menatap wanita yang entah sejak padan berdiri tidak jauh dari mereka.

"No! Big no! Kami tidak akan lepaskan papa kalau tidak ada hadiah," kata si sulung.

"Sammy..."

"Mama... Sam mau coklat. Sina mau stowberrynya dan Miko mau permennya. Kami tidak akan lepaskan papa. Heroes! Pegangi papa! Kita harus dapatkan hadiah dari papa!"

"Aaargh! No! Help me! Aargh!"

"Ahh!"

Jungkook berpura-pura kesakitan saat ketiga anaknya memeganginya dengan erat. Bukan hanya memegangi, tapi juga menarik tubuhnya kesana-kemari.

"Aaargh! Okay, papa kalah heroes! Papa menyerah!"

Tawa tiga anaknya itu meledak melihat Jungkook yang berakting tidak berdaya di lantai.

"Serahkan hadiah kami!"

Jungkook terkekeh melihat sulungnya. Ya Tuhan, anak itu seperti tukang palak saja.

Jungkook lalu bangkit. Dia mengambil tas kerjanya lalu memberikan apa yang tiga anaknya inginkan.

"Asiiik!" pekik ketiganya bersamaan.

"Sudah? Sekarang biarkan papa istirahat," kata Nayeon yang sejak tadi hanya diam melihat kerusuhan di depannya.

"Kalian lebih baik main saja. Ayo, sana."

Tiga anak bernama Sammy, Sina, dan Miko langsung berlari memasuki salah satu ruangan di rumah itu begitu Nayeon memerintahnya.

"Ayo bantu aku Nay..." rengek Jungkook sambil merentangkan tangannya.

Nayeon terkekeh lalu menarik Jungkook hingga bangun.

"Terus saja manjakan mereka," kata Nayeon.

Jungkook hanya terkekeh lalu menarik Nayeon dan mencium keningnya.

"Mereka anak-anakku, jadi terserah aku'kan?"

Nayeon berdecak. "Terserah kau? Kalau begitu manjakan saja mereka terus. Kau pikir itu baik?" kata Nayeon sambil bersendekap.

Jungkook kembali terkekeh. Dia memeluk pinggang Nayeon lalu menarik wanita itu hingga tubuh mereka berjarak nol senti.

"Aku tau, tapi melihat mereka bahagia itu juga membuatku bahagia. Jika mereka menangis aku akan sangat sedih, sayang. Aku tau itu tidak baik, aku akan menguranginya mulai sekarang. Aku janji."

"Itu baru suamiku yang pintar," kata Nayeon sambil mencubit gemas pipi Jungkook.

"Sudah, mandi sana. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu."

Destiny [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang